Mengenal Ahli Madya Farmasi A.Md.Far dan Peluang Kerjanya

d3 farmasi jadi apa

Ahli Madya Farmasi adalah pendidikan vokasi yang dapat membuka jalan ke karir kefarmasian. Ini adalah pilihan yang tepat bagi kamu yang ingin berkecimpung di dunia farmasi yang penuh dengan tantangan. Ahli Madya Farmasi memiliki peluang karir yang luas seiring dengan perkembangan fasilitas kesehatan yang makin banyak maupun kebutuhan industri farmasi.

Saat ini sudah ada berbagai Universitas yang menyediakan program studi D3 Farmasi. Mulai dari PTN hingga Universitas swasta di berbagai daerah. D3 farmasi dapat ditempuh dalam masa studi 6 semester atau selama 3 tahun perkuliahan dengan total jumlah 115 sks.

Saat pendidikan siswa dituntut untuk dapat memiliki keterampilan yang tinggi sesuai dengan program yang diberikan. Porsi praktikumnya lebih banyak daripada porsi kuliah umum. Mereka diajarkan keterampilan yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan lapangan kerja, sehingga ketika selesai pendidikan siswa memiliki peluang tinggi untuk langsung bekerja.

Lulusan D3 Farmasi Jadi apa?

Nah banyak yang memiliki pertanyaan seperti ini, setelah lulus D3 Farmasi bisa jadi apa? Jawabannya sangat luas, lulusan bisa jadi apapun terutama berkarir di dunia kefarmasian. Lulusannya dibutuhkan di berbagai instansi mulai dari lembaga negara ataupun swasta dan industri.

Baca Juga  Kenali Gejala Ruam Popok, Jangan Biarkan Si Kecil Tak Nyaman

1. Tenaga Teknis Kefarmasian

Sesuai dengan pendidikan yang ditempuh AMd.Farm dapat berkarir sebagai Tenaga Teknis Kefarmasian yang bekerja di fasilitas farmasi membantu Apoteker dalam operasional Apotek. Mulai dari melayani resep dan non resep bagi pelanggan hingga mengatur stok obat dan pengelolaannya.

asisten apoteker

2. Bekerja di Industri farmasi

Ahli madya farmasi juga sangat dibutuhkan oleh industri farmasi sebagai periset, pengembang, produksi dan pengujian obat-obatan. Mereka bisa terlibat dalam penelitian dan pengembangan obat-obat baru dan menemukan inovasi dalam pengembangannya.

3. Berkarir di Lembaga atau Instansi

Selain berkarir di industri, lulusan d3 farmasi juga bisa berkarir di lembaga pemerintah di bidang kesehatan. Seperti Dinas Kesehatan maupun regulasi obat-obatan seperti BPOM. Ini juga merupakan pilihan karir yang sangat menjanjikan karena bisa jadi ASN.

4. Jadi Pengajar atau Konsultan

Saat ini ada banyak sekali sekolah kejuruan farmasi yang dibangun, belum lagi universitas kefarmasian yang tentunya membutuhkan tenaga pengajar. Selain itu juga bisa menjadi konsultan yang memberikan penyuluhan kesehatan pada masyarakat. Misalnya edukasi tentang penggunaan obat yang benar, dosis yang tepat, dan efek sampingnya.

Baca Juga  Inilah Pentingnya MPASI bagi Perkembangan Anak

5. Distribusi Obat

Distribusi atau pengadaan sediaan farmasi oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) saat ini harus dikelola oleh seorang Tenaga Teknis Kefaramasian. Oleh sebab itu lulusan D3 farmasi semakin dibutuhkan.

6. Industri Kosmetika dan Pangan

Kebutuhan lulusan D3 farmasi tidak hanya mencakup di industri farmasi saja tetapi juga di industri pangan dan kosmetika. Apalagi saat ini industri kosmetika sedang booming sekali sehingga membuka peluang yang sangat besar untuk berkarir disini. Pada akhirnya setiap lulusan dapat mengeksplorasi dan mengembangkan diri sesuai dengan minat yang dimilikinya.

Dibawah PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia)

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI)

D3 farmasi yang berkarir sebagai Tenaga Teknis Kefarmasian berada dibawah naungan organisasi Pafi. Ini adalah organisasi yang sangat fokus untuk memperjuangkan hak dan kewajiban Tenaga teknis Kefarmasian. Pafi memiliki agenda untuk memajukan setiap insan farmasis sehingga dapat dipandang sejajar dengan tenaga medis lainnya. Pafi sebagai organisasi profesi juga memegang peranan untuk melakukan pengawasan agar anggotanya bertindak sesuai dengan kode etik dan standar profesi yang berlaku.

Baca Juga  Penyakit Tipes dan pengobatannya

Pafi juga memiliki perhatian untuk membina anggota untuk upgrade diri dengan soft skill, wawasan, dan pengalaman Tenaga Teknis Kefarmasian. Untuk itu Pafi sering menggelar seminar, diskusi ilmiah, atau workshop yang dikemas dengan format yang menarik dan inovatif.

Saat ini Pafi telah memiliki banyak sekali pengurus cabang di setiap kota dan kabupaten di Indonesia. Seperti Pafi Kabupaten Asahan yang bisa diakses melalui internet di pafiasahan.org. Ini adalah sebagai bentuk upaya Pafi mendekatkan diri pada setiap anggotanya dan memberikan dampak yang lebih luas pada masyarakat.

Jadi, ada banyak sekali profesi yang bisa dijalani oleh seorang lulusan D3 Farmasi. Apalagi dengan dukungan organisasi PAFI yang memungkinkan semua anggotanya untuk terus mengembangkan diri dengan positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *