Menjaga Berat Badan Tetap Ideal di Masa Pandemi

berat badan ideal
src: pexels

Apakah berat badanmu bertambah selama masa pandemi ini? Jika iya, maka kamu tidak sendirian. Karena menurut tirto ada sekitar 22% orang dewasa yang juga mengalami hal ini, mereka kesulitan menjaga berat badan dan kemudian mengalami kegemukan. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Pandemi dan meningkatnya Obesitas

Menjaga berat badan di masa pandemi seperti sekarang ini memang terasa semakin menantang. Hal ini terjadi karena rutinitas yang selama ini kita miliki benar-benar menjadi kacau. Bekerja secara remote, sekolah online, dan tidak ada lagi acara hang out bersama teman. Pembatasan kegiatan memaksa kita untuk terus berada dirumah hampir sepajang waktu. Kondisi ini membuat Kita menjadi sangat mudah untuk meninggalkan aktivitas fisik dan lupa untuk menjaga nutrisi yang baik.

Setidaknya ada 3 faktor utama yang bisa menjadi pemicu kenaikan berat badan selama pandemi COVID-19.

1.Stres

stress

Tinggal di dalam rumah selama hampir setahun penuh, dan mengikuti rutinitas monoton yang sama setiap harinya bisa memicu stres dan depresi. Banyak orang telah menderita penyakit mental karena stres yang mengganggu kesehatan mereka. Stres bisa berdampak langsung pada berat badan, dan ketika kita mengalaminya maka berat badan secara otomatis bertambah.

Kenapa bisa demikian? Ini terjadi karena reaksi alami tubuh ketika merasa tertekan akan melepaskan hormon kortisol yang bisa membuat kadar insulin meningkat dan baru akan merasa nyaman ketika memakan makanan yang tinggi lemak dan juga tinggi gula. Selain itu proses metabolisme tubuh juga akan terganggu. Karenanya, stres adalah salah satu alasan utama di balik kenaikan berat badan pada banyak orang selama pandemi.

2. Pola Makan berlebihan dan tidak sehat

Karena tidak ada yang bisa dilakukan di rumah, maka untuk menghilangkan rasa bosan Kita terus mengemil sepanjang hari. Kita biasanya cenderung makan lebih banyak saat tidak ada yang bisa dikerjakan. Semua penyebab ini saling berhubungan. Ketika orang merasa stress maka dia akan makan lebih banyak. Makan adalah salah satu kesenangan hidup, dan pandemi itu sangat membuat stres. Dapat dimengerti jika Kita jadi makan lebih banyak makanan untuk menenangkan diri.

Dan sayangnya, karena kita dibatasi untuk keluar rumah maka makanan yang dikonsumsi biasanya adalah makanan yang mudah untuk disajikan seperti makanan instan yang berkalori tinggi tetapi kurang bernutrisi.

3. Kurang aktifitas Fisik

Penambahan berat badan selama pandemi memiliki banyak alasan. Tapi satu alasan yang paling penting diantaranya adalah malas bergerak. Di rumah sepanjang hari suasananya selalu terasa seperti libuan sehingga kita tidak tertarik untuk melakukan aktifitas fisik. Selain itu, karena pembatasan sosial banyak tempat gym yang tutup, Kita juga tidak bisa melakukan olahraga di taman-taman kota. Makan tanpa henti dan tidak berolahraga maka itu adalah kombinasi yang ampuh untuk membuat Kita kelebihan berat badan.

Menjaga Kesehatan di masa Pandemi

menjaga kesehatan
src: pexels

Obesitas dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan yang cukup serius seperti penyakit jantung, hipertensi, tiroid, penyakit paru-paru dan diabetes. Untuk itu penting sekali menjaga berat badan tetap ideal. Jalani kembali rutinitas olahraga secara teratur dan makanlah makanan yang bernutrisi agar tubuh kembali bugar. Sehat jasmani dan rohani adalah langkah pertama dan terpenting dalam memiliki tubuh yang sehat.

Untuk menurunkan berat badan, Kita bisa memulai rutinitas harian untuk menemukan bentuk olahraga yang cocok dan disukai, mengkonsumsi makanan yang sehat, dan menjaga pola tidur. Lakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat secara bertahap. Jangan memaksakan terlalu keras selama masa-masa sulit ini. Kita tidak boleh merasa terlalu khawatir terhadap diri sendiri jika berat badan naik, karena pikiran dan emosi negatif dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.

Ketahui berat badan Ideal dengan Gunakan BMI Calculator

BMI atau Body mass index adalah satu cara yang bisa kita gunakan untuk mengetahui berapa berat badan ideal yang harus dicapai. BMI menggunakan perhitungan antara tinggi dan berat badan sehingga kita bisa memperkirakan apakah sudah masuk kategori obesitas atau belum. Jika merasa kesulitan untuk menghitungnya, maka gunakan BMI calculator dari calculators.org.

BMI calculator
https://www.calculators.org/health/bmi.php

Kita hanya perlu memasukan data tinggi badan dan berat badan lalu klik calculate BMI, maka hasilnya akan segera terlihat. Untuk mengetahui apakah kita sudah ideal atau belum, bisa dilihat dari tabel dibawah ini.

Kategori
BMI
Underweight
Dibawah 18.5
Normal
18.5–24.9
Overweight
25.0–29.9
Obesity
30.0 Keatas

BMI yang normal adalah antara 18,5 dan 25; jika seseorang memiliki BMI antara 25 dan 30 maka itu dianggap kelebihan berat badan; dan seseorang dengan BMI di atas 30 dianggap obesitas. Seseorang dianggap kurus jika BMInya kurang dari 18,5.

Tetaplah Sehat Selamanya

Jika kamu menyadari bahwa memang selama pandemi setahun terakhir ini memiliki kebiasaan yang kurang sehat, maka sekarang bukan waktunya untuk menyalahkan diri sendiri. Namun jadikan ini sebagai alasan yang kuat untuk memulai menjalani gaya hidup yang lebih baik. Ingatlah jika Kita memiliki berat badan yang ideal, maka dapat dengan mudah mencegah penyakit-penyakit yang tidak di inginkan. Kita bisa hidup lebih lama dan penuh makna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *