Serupa Tapi Tak Sama, Ini Nih 9 Perbedaan Butter dan Mentega

Butter (mentega) dan margarin bukan bahan yang asing di tengah masyarakat Indonesia. Dua bahan ini sering digunakan untuk campuran membuat kue, roti, atau menu-menu lain. Tapi sayangnya masih banyak yang salah kaprah menamai butter dan margarin loh. Ada yang nyebut butter padahal maksudnya margarin, begitupun sebaliknya. Nah, biar enggak terus-terusan keliru, yuk simak perbedaan sederhana dari butter dan margarin berikut ini.

Perbedaan butter dan mentega  seperti apasih? Nah, biar enggak terus-terusan keliru, yuk simak perbedaan sederhana dari butter dan margarin berikut ini.

butter dan margarine

1. Bahannya Aja Beda
Dilansir dari berbagai sumber, butter dan margarin terbuat dari bahan yang benar-benar berbeda. Butter biasanya terbuat campuran susu atau krim yang sudah difermentasi, air, dan protein susu. Sedangkan margarin sama sekali tidak mengandung susu. Ia terbuat dari lemak nabati, garam, dan pengemulsi. Jadi vegetarian biasanya akan memilih mengonsumsi margarin, ketimbang butter.

2. Tekstur dan Aroma Juga Beda, Butter Lebih Wangi
Karena terbuat dari bahan yang berbeda, tekstur serta aroma butter dan margarin jelas tak sama. Margarin memiliki tekstur lebih keras karena melalui proses hidrogenasi. Sedangkan butter teksturnya lebih lembut. Untuk aroma, butter lebih wangi karena terbuat dari susu. Kebayang kan kalau butter dipanasin aromanya seperti apa? Wangi banget kan?

3. Perhatikan! Warna Butter dan Margarin Beda Loh
Kalian yang ogah ribet meneliti perbedaan butter dan margarin, cukup perhatikan warnanya saja. Butter biasanya memiliki warna kuning yang lebih pucat ketimbang margarin. Warna kuning margarin terlihat lebih cerah karena adanya tambahan zat pewarna alami dari lemak nabati, seperti karotenoid.

4. Kandungan Kolesterol Keduanya Beda
Lagi-lagi karena bahan dasanya berbeda, kandungan kolesterol butter dan margarin pun tak sama. Butter memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang lebih tinggi karena terbuat dari lemak hewani. Sementara margarin memiliki kandungan kolesterol dan lemak jenuh yang lebih rendah.

5. Manfaatnya Dalam Pembuatan Kue
Margarin memiliki daya emulsi yang baik sehingga bisa memberikan tekstur yang memuaskan pada kue. Bahan ini sangat cocok untuk pembuatan kue basah, cake, bolu, dan lain-lain. Sedangkan butter bukan pengemulsi yang baik, sehingga tidak bisa memberikan tekstur pada kue. Butter sangat cocok dipakai sebagai campuran membuat cookies, nastar, atau macam-macam kue kering yang lain. Butter juga akan memberikan aroma yang khas pada kue kering kalian.

6. Margarin Lebih Serba Guna Ketimbang Butter
Selain sebagai campuran kue, margarin juga biasa digunakan untuk pengganti minyak. Ibu-ibu di rumah pasti pernah memakai margarin untuk menumis, memasak, atau menggoreng. Sedangkan butter cenderung lebih cocok digunakan sebagai campuran kue.

7. Cara Menyimpannya Harus Beda Nih
Tadi sudah dijelasin kan kalau butter dan margarin punya tekstur yang berbeda? Nah, teksturnya yang beda ini bikin butter dan margarin harus diperlakukan beda juga. Butter lebih mudah meleleh, jadi harus disimpan di lemari pendingin. Selain meleleh, butter juga akan berbau tengik jika disimpan di ruangan biasa. Sedangkan margarin tak harus disimpan di lemari pendingin karena tidak mudah meleleh.

8. Harga Butter Lebih Mahal
Harga butter dan margarin di pasaran ternyata beda loh. Ini lagi-lagi karena bahan dasar keduanya yang berbeda. Harga butter biasanya dipatok lebih mahal dibandingkan dengan margarin karena terbuat dari lemak hewani.

9. Mana Yang Lebih Sehat?
Berbagai sumber menyebutkan kalau margarin lebih baik untuk kesehatan ketimbang butter. Karena terbuat dari lemat nabati, margarin biasanya mengandung lemak baik yang bisa membantu mengurangi kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. Sebelumnya juga sudah dijelaskan kalau kandungan lemak jenuh di margarin lebih sedikit dibandingkan dengan butter.

Nah, itulah 9 perbedaan sederhana dari butter dan margarin. Meski serupa, dua bahan campuran kue ini ternyata tak sama. Jangan sampai keliru lagi ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *