Struktur dan Anatomi Kulit


Struktur dan Anatomi Kulit – Sahabat Pustakers, setelah membahas mengenai anatomi telinga, maka pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan share mengenai struktur dan anatomi Kulit. Kulit atau indra peraba merupakan komponen penting dalam organ tubuh kita, karena peranannya disamping sebagai indra peraba, juga berfungsi aktif melindungi dan menyelimuti organ tubuh kita yang lain.

Lapisan kulit manusia terdiri atas beberapa lapisan, yaitu :

Epidermis (Kutikula)

Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit, yang memiliki struktur tipis dengan ketebalan sekitar 0,07 mm terdiri atas beberapa lapisan, yaitu a) Stratum korneum yang disebut juga lapisan zat tanduk ; b) Stratum lusidum, yang berfungsi melakukan “pengecatan” terhadap kulit dan rambut ; c) Stratum granulosum, yang menghasilkan pigmen warna kulit, yang disebut melamin ; d) Stratum germinativum, sering dikatakan sebagai sel hidup karena lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah.

Dermis

Jaringan dermis memiliki struktur yang lebih rumit daripada epidermis, yang terdiri atas banyak lapisan. Jaringan ini lebih tebal daripada epidermis yaitu sekitar 2,5 mm. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur, yang terdiri atas kolagen, yaitu suatu jenis protein yang membentuk sekitar 30% dari protein tubuh. Kolagen akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Itulah sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya kasar dan keriput. Lapisan dermis terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri atas beberapa bagian, yaitu a)Akar Rambut ;

Pembuluh Darah ;



Kelenjar Minyak

glandula sebasea) ;

Kelenjar Keringat (glandula sudorifera) ;

 Serabut Saraf

Pada lapisan dermis kulit terdapat puting peraba yang merupakan ujung akhir saraf sensoris. Ujung-ujung saraf tersebut merupakan indera perasa panas, dingin, nyeri, dan sebagainya. Oleh karena itu kulit merupakan organ terluas dimana pada organ ini terdapat reseptor panas (ruffini), tekanan (paccini), dingin (krause), rasa nyeri atau sakit (ujung saraf bebas), serta reseptor sentuhan (meissner). Jika Anda ingin mengetahui tekstur dari suatu permukaan, seperti halus atau kasar benda, maka dapat Anda lakukan dengan merabanya. Inilah fungsi kulit sebagai indera peraba. Kulit kita mempunyai kepekaan terhadap rangsang seperti panas, dingin, tekanan, sentuhan dan rasa sakit karena di bagian tersebut banyak terdapat saraf-saraf sensori yang bekerja secara spesifik, misalnya rangsang sentuhan diterima oleh reseptor korpuskel meissner, rangsang tekanan diterima oleh reseptor korpuskel paccini, dan rangsang dingin diterima oleh reseptor ruffini.

Permukaan kulit mengandung saraf-saraf yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Ujung saraf tersebut yaitu sebagai berikut :

  1. Paccini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan berupa tekanan, letaknya di sekitar akar rambut.
  2. Ruffini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan panas.
  3. Meisner, merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap sentuhan.
  4. Krause, merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap rangsangan dingin.
  5. Lempeng Merkel, merupakan ujung perasa sentuhan dan tekanan ringan, terletak dekat permukaan kulit.
  6. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan ujung saraf perasa nyeri.

Okk demikianlah sedikit artikel mengenai struktur dan anatomi Kulit, semoga artikel ini tentunya memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]

Click Me!

Tags:


anatomi kulit, anatomi kulit manusia, GAMBAR KULIT, struktur kulit, kulit, anatomi kulit dan fungsinya, struktur kulit manusia, gambar anatomi kulit, kulit manusia dan keterangannya, struktur anatomi kulit

Artikel Terkait Dengan: "Struktur dan Anatomi Kulit"

Response on "Struktur dan Anatomi Kulit"