Sinopsis Novel Azab Dan Sengsara Merari Siregar | Pustaka Sekolah

Home > Pendidikan > Sinopsis Novel Azab Dan Sengsara Merari Siregar

Sinopsis Novel Azab Dan Sengsara Merari Siregar

December 2nd, 2011 0 Comments

Sinopsis Novel Azab Dan Sengsara Merari Siregar – Sahabat Pustakers pada kesempatan kali ini pustaka sekolah akan share mengenai sinopsis novel sastra klasik indonesia karya Merari siregar yang berjudul Azab Dan Sengsara.

Sinopsis

Suatu keluarga mempunyai dua orang anak, seorang bernama Tohir (setelah dewasa bergelar Sutan Baringin), dan seorang lagi perempuan, adik Sutan Baringin yang menikah dengan Sutan di atas, seorang Kepala Kampung A dari Lubak Sipirok, dan mempunyai seorang anak tunggal laki-laki bernama Aminudin.

Ayah Sutan Baringin bersikap keras dalam mendidik sutan Baringin, tetapi sikap itu ditentang oleh isterinya yang bermaksud memanjakan Sutan Baringin. Cara mendidik Ibu Sutan Baringin yang salah itulah yang menyebabkan azab dan sengsara yang diderita oleh cucunya yang bernama Mariamin, yaitu anak Sutan Barimin yang sulung dengan isterinnya seorang wanita yang saleh bernama Nuria. Mariam mempunyai adik laki-laki.

Hubungan antara Aminudin dengan Mariamin seperti kakak dengan adik saja (menurut adat Batak, Aminudin memanggil anggi (adik) kepada Mariamin). Mereka itu semasa bersekolah selalu bersama pergi ke sekolah. Setelah dewasa, timbullah perasaan cinta di antara mereka. Mereka akhirnya mengikat janji akan sehidup semati.

Suatu Baringin termasuk orang yang kaya, karena memperoleh harta peninggalan dari neneknya. Sebenarnya harta warisan itu harus dibagi dua dengan baginda Mulia, adik sepupu Sutan Baringin yang menjadi guru di Medan.

Pada suatu hari Baginda Mulia memberitahu Sutan Baringin bahwa ia akan pulang dan tinggal bersama-sama dengan Sutan Baringin jarena permintaan pindahnya dikabulkan. Hal itu tidak menyenangkan hati Sutan Baringin, karena menurut pendapatnya, kedatangan Baginda Mulia akan mengurangi harta kekayaannya saja dengan jalan meminta separuh dari harta peninggalan neneknya tersebut. Karena itu sebelum adik sepupunya itu datang, ia sudah siap sedia, yakni ia mendatangkan sahabatnya yang menjadi pokrol bambu bernama Marah Sait. Atas hasutan Marah Sait yang bermaksud mencari keuntungan itulah maka jadilah perkara mengenai harta warisan dengan Baginda Mulia. Nasihat-nasihat dan sekalian familinya, demikian pula dari isterinya, sama sekali tidak dihiraukannya. Kedatangan Baginda Mulia secara baik-baik dan harapannya kepada kakaknya agar masalah harta peninggalan itu hendaknya diselesaikan secara damai saja, tidak diterima oleh sutan Baringin, bahkan sejak itu Baginda Mulia dianggap bukan saudaranya lagi dan perkara tetap dilangsungkan.

Perkara dihadapkan ke Pengadilan Padangsidempuan. Putusan pengadilan ialah bahwa harta warisan itu dibagi dua. Terhadap putusan itu Sutan baringin tidak puas. Atas hasutan Marah Sait, perkara itu dilanjutkan ke pengadilan Padang. Putusan pengadilan Padang sama dengan putusan pengadilan padangsidempua. Terhadap putusan pengadilan Padang itu masih juga belum memuaskan hati Sutan Baringin. Karena itu atas hasutan Marah Sait, ia minta putusan pengadilan Jakarta. Pengadilan Jakarta pun memberikan putusan yang sama. Maka pulanglah Sutan Baringin ke rumahnya. Rumah dan segala kekayaannya habis terjual untuk biaya perkara itu. Maka pindahlah Sutan Baritan ke suatu pondok kecil di tepi sungai sipirok. Karena sedihnya, maka tak berapa lama kemudian, meninggalkan Sutan Baringin di pondok kecil itu.

Download Gratis Sinopsis selengkapnya DISINI

Tags:


sinopsis novel azab dan sengsara, sinopsis azab dan sengsara, novel azab dan sengsara, sinopsis novel azab dan sengsara karya merari siregar, resensi novel azab dan sengsara, sinopsis azab dan sengsara karya merari siregar, sinopsis roman azab dan sengsara, novel azab dan sengsara karya merari siregar, ringkasan novel azab dan sengsara, sinopsis azab dan sengsara oleh merari siregar
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis