Pustakawan: Tenaga Perpustakaan di Sekolah


Pustakawan: Tenaga Perpustakaan di Sekolah – Sahabat , pada kesempatan kali ini Pustaka sekolah akan membahas mengenai peran dan kompetensi Pustakawan. Tenaga perpustakaan sekolah adalah orang, yang menjalankan fungsi perpustakaan sekolah sesuai aspek dan kaidah yang berlaku . Perpustakaan sekolah merupakan tempat rekreasi ilmiah dan sumber belajar yang berada pada lembaga pendidikan  formal maupun non formal dilingkungan pendidikan dasar dan menengah, yang merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan mencerdaskan anak bangsa.

Untuk menjalankan fungsinya perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar diperlukan tenaga perpustakaan yang professional dibidangnya. Tenaga perpustakaan sekolah adalah orang yang bekerja diperpustakaan yang telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008. Untuk menjamin terlaksananya standar kualifikasi dan kompetensi tenaga perpustakaan perlu suatu program sertifikasi.

Sertifikasi Bagi Pustakawan

Program sertifikasi tenaga perpustakaan sekolah hendaknya dirancang dengan mekanisme yang tepat, antara lembaga Negara yang berkaitan untuk dapat merumuskan mekanisme yang tepat sesuai dengan input, proses dan produk yang dihasilkan. Dengan memperhatikan tiga hal diatas, maka standar terpenuhinya sertifikasi sesuai dengan sistem, yang berfungsi secara efektif bagi terpenuhinya standar kualifikasi dan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah. Mengingat input adalah komponen yang terdiri dari :



  • Pustakawan adalah tenaga perpustakaan yang memiliki jabatan fungsional pustakawan ( Pustakawan asli )
  • Tenaga pendidik adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai pegelola perpustakaan yang memiliki kualifikasi pelatihan selama 1 bulan atau memiliki sertifikat pelatihan perpustakaan minimal 152 jam.
  • Tenaga kependidikan adalah staf yang berstatus sebagai tata usaha atau tenaga laboratorium sekolah yang berminat bertugas di perpustakaan sekolah.

Dengan mengacu ke tiga komponen input di atas maka kualifikasi serta kompetensi akan terpenuhi sesuai dengan kebutuhan dan rekrutmen, seleksi yang sesuai. Sehingga dengan sertifikasi kompetensi dapat dijamin keberadaannya bahwa perpustakaan sekolah dikelola oleh tenaga perpustakaan sekolah yang berkualitas dan terlatih. Cakupan yang perlu perhatian adalah kemampuan dan kepedulian mengembangkan tenaga perpustakaan sekolah, merupakan berbagai unsur atau entitas masyarakat pendidikan agar menyatu membangun komitmen bersama baik dalam visi misi, kepedulian, etos kerja yang kondusif serta etika dalam bekerja, untuk melaksanakan tugas mulia dalam meningkatkan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah.Berbagai unsur yang tampil sebagai komponen untuk membangun iklim atau suasana , professional dan berkeadilan untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga perpustakaan sekolah. Sebagai analogi adalah Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan bahwa sertifikasi pendidik dilaksanakan secara obyektif, transparan, dan akuntabel.

Patokan Kompetensi Pustakawan

Patokan dalam kompetensi tenaga perpustakaan sekolah adalah seperangkat kemampuan yang dimiliki oleh pengelola atau petugas perpustakaan meliputi ; pengetahuan, sikap, keterampilan.

Dalam hal ini perlu ditingkatkan karena seseorang tenaga perpustakaan sekolah harus selalu mematuhi ketiga hal diatas, dan melaksanakan tugas pokok sesuai dengan fungsinya.Berdasarkan draf standar kualifikasi dan kompetensi, kepala dan tenaga perpustakaan sekolah yang harus diketahui ada 6 (enam) standar kompetensi yang harus dikuasai :

  • Dimensi kompetensi managerial
  • Dimensi kompetensi Informasi
  • Dimensi kompetensi Kependidikan
  • Dimensi kompetensi Kepribadian
  • Dimensi kompetensi Sosial
  • Dimensi kompetensi Pengembangan Profesi.

Berdasarkan  asumsi  tersebut di atas, maka  hendaknya  tenaga perpustakaan  sekolah diberikan kesempatan baik yang pustakawan dan yang bukan pegawai negeri agar  mendapat sertifikasi tenaga perpustakaan sekolah tanpa mengesampingkan status dan pendidikan. Mudah mudahan tulisan ini dapat terwujud dikemudian hari sebagai masukan pada yang berkepentingan sehingga menjadikan tenaga perpustakaan sekolah, berkualitas dan profesional.[ps]



Tags:


tugas penjaga perpustakaan, tugas pustakawan sekolah, sertifikasi pustakawan sekolah, penjaga perpustakaan, sertifikasi perpustakaan, petugas perpustakaan sekolah, Kompetensi pustakawan sekolah, tugas penjaga perpustakaan sekolah, tugas petugas perpustakaan, Petugas perpustakaan

Artikel Terkait Dengan: "Pustakawan: Tenaga Perpustakaan di Sekolah"

Response on "Pustakawan: Tenaga Perpustakaan di Sekolah"