Proses Kehamilan


Proses Kehamilan – Sahabat , pada kesempatan kali ini Pustaka sekolah akan share artikel yang berjudul Proses hamil.  Jika sel telur mengalami fertilisasi di tuba fallopii maka embrio akan terbentuk. Perkembangan embrio selanjutnya terjadi dalam uterus. Pada fase kehamilan bulan ketiga dan keempat ovarium masih menghasilkan esterogen dan progesteron. Adanya kedua hormon tersebut akan berpengaruh terhdap perkembangan uterus untuk memneuhi perkembangan embrio.

Hormon prolaktin yang dihasilkan hipofisis anterior dan glandula mammae (kelenjar susu) sudah mulai berkembang. Pembentukan plasenta terjadi untuk memelihara embrio sehingga memungkinkan oksigen dan makanan darah ibu berdifusi ke embrio atau calon bayi. Plasenta menghasilkan HGC atau hormon chorionic gonadotropin. HGC terbentuk setelah beberapa saat pembuahan terjadi dan bersamaan dengan  pembentukan plasenta. Keberadaan HGC di urine inilah yang dapat menjadi indikasi kehamilan seseorang.

Proses Kehamilan

Hormon relaksin dibentuk juga oleh plasenta yang berfungsi meningkatkan kelenturan atau fleksibiitas mulut rahim sehingga memudahkan proses kelahiran nantinya. Selanjutnya proses perkembangan embrio di dalam rahim dapat digambarkan senagai berikut:



  • Telur yang telah dibuahi akan memmbentuk zigot. Selanjutnya zigot digerakkan oleh silia yang terdapat pada tuba fallopii menuju uterus;
  • Setelah 24 jam, sel akan mmebelah. pembelahan ini terjadi sewaktu sel telur yang dibuahi dari tuba fallopii menuju uterus. proses ini membutuhkan waktu 3-5 hari;
  • Selanjutnya sel telur  yang dibuahi akan membelah menjadi dua sel, empat sel, delapan sel dan kahirnya membentuk suatu kumpulan sel yang banyak. Stadium ini disebut morula. Morula kemudian akan membentuk blastula. Blastula adalah morula yang berongga. Proses perubahan morula menjadi blastula dinamakan blastulasi Selanjutnya, blastula akan menempel dalam edometrium pada dingding rahim.
  • Stadium selanjutnya adalah stadium gastrula. Pada stadium ini zigot mengalami pertumbuhan sel yang berbeda-beda dan membagi diri menjadi beberapa lapisan sel-sel yang belainan sifatnya, yakni lapisan luar (ektoderm), lapisan dalam (endoderm) dan lapisan tengah (mesoderm).

Selama periode embrionik akan terbentuk membran embrio. Membran – membran ini berada di luar embrio dan berfungsi melindungi dan mmeberi makanan embrio. Membran embrio tersebut adalah kantung kuning telur, amnion, korio dan alantois.

Kantung Kuning Telur

Kantung kuning telur adalah suatu membran yang berfungsi menyediakan nutrisi utama bagi embrio. Pada manusia, kantung ini berfungsi menyediakan tempat awalnya bagi pembentukan darah.

Amnion

Amnion merupakan membran yang melindungi embrio. Amnion ini menyelubungi embrio dan membentuk ruang yang berisi cairan amnion. Cairan ini melindungi embrio dari gesekan dan menjaga suhu tubuh embrio.

Korion

Korion merupakan bagian utama plasenta, bagian ini menyelubungi amnion dari kantung kuning telur.

Alantois

Alantois merupakan membran veskuler kecil tempat awal pembentukan darah. Fungsi lainnya adalah untuk respirasi, saluran makanan, ekskresi, dan membentuk umbilical cord yang berhubungan dengan plasenta.

Demikianlah artikel pustaka sekolah yang membahas mengenai proses kehamilan, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]



Tags:


proses kehamilan, video perkembangan janin, proses pertumbuhan janin, fase kehamilan, kehamilan, makalah proses kehamilan, fungsi alantois, proses kehamilan dan perkembangan janin, proses perkembangan embrio, proses terbentuknya janin

Artikel Terkait Dengan: "Proses Kehamilan"

Response on "Proses Kehamilan"