Penyebab Munculnya Gerakan DI/TII di Sulsel


Penyebab munculnya Gerakan DI/TII di Sulsel – Gerakan Darul Islam di Sulawesi Selatan adalah sebagai hasil akumulasi berbagai persoalan dan watak khas  Sulawesi Selatan, yakni :

Rasionalisasi Tentara

Untuk dapat bergabung dan menjadi prajurit resmi APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) gerilyawan haruslah memiliki pendidikan formal serta memiliki kecakapan fisik yang mendorong, yang oleh Kolonel AH. Nasution  dikatakan bahwa tentara itu harus profesional serta mempunyai struktur yang jelas. Gerilyawan yang terdapat di Sulawesi Selatan rata-rata tidak berpendidikan formal secara memadai bahkan mereka buta aksara latin.

Persoalan inilah yang kemudian menjadi faktor utama timbulnya gerakan Darul Islam di Sulawesi Selatan.

Siri’ na Pacce

Siri’ na pacce sudah lama dikenal dikalangan masyarakat Bugis Makassar, dimana bila seseorang dipermalukan maka orang tersebut harus membalasnya. Dalam hal ini yang dipermalukan adalah gerilyawan, karena mereka dikeluarkan dari ketentraman demi keprofesionalan tentara masa depan, padahal jasa-jasanya kepada kemerdekaan Indonsia tidak terhitung nilainya. Yang mempermalukan adalah pemerintah pada umumnya serta MBAD khususnya.

Faktor Agama



Agama turut menjadi “alat ampuh” dalam mengobarkan gerakan Darul Islam semboyan gerakan ini dalam propagandanya untuk mengobarkan perlawanan adalah perjuangannya adalah perang suci (jihad) dalam menegakkan Daar al-islam. Dalam Islam tiga puncak ibadah yakni shalat, puasa serta jihad.

Di Sulawesi Selatan termasuk baris Islam sejak zaman kerajaan Islam sudah mengakar dikalangan masyarakat. Secara formal Islam diterima masyarakat Sulawesi Selatan ditandai dengan di Islamkannya raja Gowa ke-XIV I mangarangi Daeng Manrabia oleh Datu Ribandang (ulama Minangkabau) pada hari jum’at tanggal 22 september 1605, raja Gowa ke-XIV ini setelah masuk Islam bergelar Sultan Alauddin.

Dari Gowa ini, Islam kemudian menyebar keseluruh Jazirah Sulawesi Selatan (kecuali Tana Toraja dan sebagian daerah Mamasa) Islam Disebarkan Gowa baik secara damai maupun secara kekerasan.

Kekerasan  yang dilakukan Gowa kepada wilayah lainnya adalah “Musu’ Asselenge” (perang membela Islam).

Tiga setengah abad kemudian, gerakan Darul Islam muncul dan melakukan “musu’ asselenge”gaya baru. Sehingga masyarakat Sulawesi Selatan banyak yang bersimpati kepada gerakan ini, karna gerakan ini berdasarkan Islam serta berseru untuk memurnikan Islam yang selama ini sudah dikotori oleh kepercayaan-kepercayaan pra Islam serta khurafat dan bid’ah.[ps]

Click Me!

Tags:


di/tii sulawesi selatan, pemberontakan di/tii di sulawesi selatan, di tii sulawesi selatan, di/tii di sulawesi selatan, gerakan di/tii di sulawesi selatan, gerakan di/tii, latar belakang DI/TII, faktor penyebab terjadinya gerakan DI/TII, Latar belakang DI/TII sulawesi selatan, sebab di/tii

Artikel Terkait Dengan: "Penyebab Munculnya Gerakan DI/TII di Sulsel"

Response on "Penyebab Munculnya Gerakan DI/TII di Sulsel"