Novel Katak Hendak Jadi Lembu Karya Noor Sutan Iskandar

Novel Katak Hendak Jadi Lembu Karya Noor Sutan Iskandar – Sahabat pustakers, pada kesempatan kali ini, pustaka Sekolah akan share mengenai sinopsis novel sastra Indonesia berjudul Katak Hendak Jadi Lembu Karya Noor Sutan Iskandar.

Sinopsis

Novel karangan Nur Sutan Iskandar ini, menggunakan alur maju mundur (digresi) karena awalnya pengarang mengenalkan situasi dan tokoh cerita, lalu kembali menceritakan kejadian masa lalu ketika Suria dijodohkan dengan Zubaidah, kemudian kembali memaparkan cerita yang menuju konflik. Sehingga digunakannya alur maju mundur (digresi) ini, memudahkan pembaca untuk mengetahui awal penyebab konflik sebelum mengetahui konflik yang terjadi. Sedangkan puncak konflik yang digunakan adalah “sad ending” karena diceritakan bahwa Suria akhirnya meninggal dunia.


Adapun tokoh utama novel ini adalah Zubaidah sebagai istri Suria dengan watak protagonis memiliki sifat yang sabar, patuh terhadap suami dan sangat menyayangi ketiga anaknya Abdulhalim, Saleh dan Enah. Sedangkan lawan mainnya Suria dengan watak antagonis memilki sifat sombong, tinggi hati dan tidak layak ditiru oleh pembaca semakin menambah kehebatan isi cerita.

Meskipun novel ini dikarang oleh pengarang yang berasal dari daerah Minangkabau, akan tetapi pengarang mampu menulis novel yang kuat dengan menghadirkan latar tempat dan latar sosial masyarakat Pasundan seperti yang dikatakan oleh Maman S. Mahayana seorang kritikus sastra. Hal ini dibuktikan bahwa pengarang menceritakan adat yang berlaku di Pasundan bahwa seorang anak gadis harus bersedia menikah dengan seseorang pilihan orang tuanya bukan kehendak dirinya sendiri. Selain itu pengarang terlihat piawai memainkan bahasa Sunda seperti “kabodoan” berarti tertipu, ”ngigel” berarti menari, ”semah” berarti tamu dan juga bahasa Belanda seperti “binnelandsch bestuur” berarti pemerintahan dalam negeri, “hulpschrijver” berarti juru tuilis pembantu.



Pasundan adalah latar tempat yang digunakan dalam novel ini. Kesedihan, kekesalan, ketegangan dan keharuan menjadi latar suasana yang selalu menghiasi cerita. Hal ini dibuktikan ketika Zubaidah menangis memohon agar suaminya, Suria tidak lagi boros terhadap keuangan rumah tangga. Suasana keharuan ketika Suria diusir oleh anaknya, Abdulhalim karena tabiatnya yang buruk kemudian jatuh miskin dan akhirnya meninggal dunia menyusul istrinya.

Novel yang terdiri dari 224 halaman ini menggunakan sudut paandang orang serba tahu karena tidak adanya penggunaan kata “aku” dalam menceritakan suatu kejadian.

Adapun kekurangan dalam novel ini adalah gambar sampul yang terkesan sederhana karena tidak menggunakan ilustrasi gambar sehingga terlihat tidak menarik, penggunaan peribahasa seperti …”telunjuk lurus,kelingking berkait…”

Adapun kelebihan novel ini dari segi fisik menggunakan kertas putih yang enak untuk dibaca, meski novel klasik tetapi tidak kalah hebat dengan novel modern. Selain itu novel ini banyak mengandung amanat seperti kita tidak boleh sombong dan tinggi hati, kita tidak boleh boros, kita tidak boleh diperbudak oleh harta dan jabatan, kita tidak boleh menambah beban kedua orang tua ketika telah menikah karena semua yang kita miliki di dunia ini hanya “teman dikala hidup dan musuh dikala mati” artinya semua ini hanya titipan Tuhan Yang Maha Esa.

Dapat disimpulkan bahwa novel ini layak dibaca oleh orang dewasa dan remaja sedangkan untuk anak-anak novel ini menggunakan bahasa yang baku dan sulit untuk dimengerti.

***Download Gratis Sinopsis selengkapnya DISINI

Click Me!

Tags:


novel bahasa sunda dan pengarangnya, novel karya nur sutan iskandar, sinopsis novel katak hendak jadi lembu karya nur sutan iskandar, sinopsis novel bahasa sunda, Contoh novel bahasa sunda, katak hendak jadi lembu karya nur sutan iskandar, cerita katak hendak jadi lembu, sinopsis katak hendak jadi lembu karya nur sutan iskandar, sinopsis novel dalam bahasa sunda, sinopsis novel katak hendak menjadi lembu karya nur sutan iskandar

Artikel Terkait Dengan: "Novel Katak Hendak Jadi Lembu Karya Noor Sutan Iskandar"

Response on "Novel Katak Hendak Jadi Lembu Karya Noor Sutan Iskandar"