Gambaran Umum Wilayah Parigi Gowa


Gambaran Umum Wilayah Parigi Gowa – Pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Gambaran umum wilayah Parigi Kabupaten Gowa.  Parigi adalah salah satu dari delapan belas kecamatan yang tergabung ke dalam daerah administratif kabupaten Gowa. Letak Parigi berada di sebelah Timur pegunungan, sehingga daerah ini juga dikenal sebagai Butta Turaya (negeri di bagian timur Gowa).

Menurut cerita rakyat yang berkembang di daerah ini, bahwa jauh sebelum di kenalnya kerajaan Gowa pasca Tumanurung Bainea ri Tamalate, sudah ada suatu kerajaan yang kelak kerajaan ini adalah cikal bakal kerajaan Gowa yang termasyur. Letak kerajaan Gowa purba ini di perkirakan berada di Parigi dan sekitarnya. Raja pertama yang memerintah kerajaan Gowa Purba juga adalah seseorang yang tidak diketahui darimana asal-muasalnya atau Tumanurung. Raja ini dikenal sebagai Batara Gowa. Batara Gowa dalam menjalankan pemerintahannya,  di Bantu oleh suatu dewan yang disebut Bela Appaka ( pembantu yang empat), yakni Bela Punranga di Borisallo, Bela Ta’sese di Manuju, Bela Longka di Parigi dan Bela Borong di Bontomanai Iraya.

Keberadaan Gowa purba ini sayangnya tidak meninggalkan bukti tertulis(lontarak). Satu-satunya yang menjadi informasi tentang kerajaan Gowa purba adalah cerita rakyat turun-temurun. Tapi satu yang pasti bahwa di wilayah Butta Turaya sudah lama muncul suatu kerajaan.

Parigi adalah sutu kerajaan yang kemudian menjadi kerajaan independen yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Kare Parigi. Sesudah berakhirnya masa jabatan Kare Parigi, maka para penggantinya tidak disebut lagi sebagai Kare Parigi melainkan dengan sebutan Karaeng Parigi. Ketika Raja Gowa IX Karaeng Tumapa’risi Kalonna (1510-1546) Berkuasa, raja ini memperluas daerah kekuasaannya dengan menaklukkan beberapa daerah sekitarnya, antara lain Garassik, Katingan, Mandalle, Parigi, Siang (Pangkajene), Sidenreng, Lempangan, Bulukumba, Selayar, Pa’nakkukang, Campaga, dan daerah lainnya.3 Sejak kepemimpinan raja Gowa IX ini, maka wilayah Parigi dan sekitarnya menjadi wilayah Palili’ kerajaan Gowa.

Adapun legenda atau cerita turun temurun lainnya bahwa di Desa Sicini (Pusat Kristenisasi di Parigi) bahwa ada dua belas raja yang bersaudara yang diturunkan di Sicini yang paling Sulung tinggal di sini bergelar Karaeng Ejamata (raja yang bermata merah) dan kuburannya masih dapat disaksikan sampai sekarang di Sicini, adik kedua berlayar ke negeri Belanda dan menjadi nenek moyang bangsa Belanda, yang ketiga menuju negara Cina dan menjadi leluhur orang Cina, dan seterusnya sampai kesemua bangsa–bangsa di dunia ini. Suatu saat kedua belas bersaudara akan dibangkitkan kembali dan akan kembali untuk berkumpul dengan kakak sulungnya Karaeng Ejamata, pada saat itu di dunia ini terjadi perdamaian abadi tampa perang. Kuburan Karaeng Ejamata saat ini terletak di pekuburan umum Kampung Benteng Desa Sicini kecamatan Parigi Kabupaten Gowa. Sampai sekarang ini masih banyak penduduk dari Gowa bahkan dari Manipi (Sinjai), Bone dan Maros yang datang kekuburan ini untuk menziarahi serta membakar lilin dan dupa.  Bangsa Belanda masuk ke wilayah Sulawesi Selatan secara umum dan kabupaten Gowa secara khusus, Gowa sendiri di kuasai sepenuhnya pada tahun 1910. Belanda kemudian menempatkan pejabatnya yang berkebangsaan Belanda di Gowa dengan nama Controleur atau masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Tuang Petoro’ Controleur ini berkedudukan di Sungguminasa. Gowa kemudian dibagi ke dalam 12 Distrik, salah satu Distriknya adalah Distrik Parigi. Distrik Parigi, Borisallo, dan Pao tergabung ke dalam Aspirant Controleur yang dijabat oleh pejabat Belanda yang berkedudukan di Malino. Kepala Distrik Parigi pertama di jabat oleh I Rahing Daeng Ngalle dengan gelar Karaeng Parigi. Distrik Parigi meliputi enam kampung gabungan, yakni:



  • Kampung Gabungan Jonjo yang dikepalai oleh Anrong Guru Jonjo;
  • Kampung Gabungan Gantarang yang di kepalai oleh Karaeng Gantarang;
  •  Kampung Gabungan Buluttana yang di kepalai oleh Karaeng Buluttana;
  • Kampung Gabungan Longka yang di kepalai oleh Karaeng Longka;
  • Kampung Gabungan Manimbahoi yang di kepalai oleh Karaeng Manimbahoi;
  • Kampung Gabungan Sironjong yang di kepalai oleh Karaeng Sironjong.
Setelah penyerahan kekuasaan ke Republik Indonesia, sistem pemerintahan di rombak dan di sesuaikan dengan sistem pemerintahan Undang-Undang Dasar 1945 dan terimplementasi secara konkrit kedalam peraturan-peraturan pemerintah lainnya. Dan pada tahun 1959, sesuai dengan UU no. 7 tahun 1960 tentang pembentukan Daerah tingkat I Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra), kemudian UU no. 13 tahun 1960 tentang pembentukan Daerah tingkat I Sulawesi Selatan dan Daerah tingkat I Sulawesi Tenggara. Maka pemerintahan Swapraja (Onder Afdeling) diubah menjadi Dati II Kabupaten serta Distrik diubah menjadi Kecamatan. Sebagai tindak lanjut dari UU no. 17 tahun 1960. oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 1160 tahun 1961 tentang pembentukan Desa gaya baru. Sehubungan dengan itu Bupati kepala daerah tingkat II Gowa, dalam hal ini Bapak Andi Tau’.
Mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 45/AU/1961 tanggal 18 Desember 1964 tentang pembentukan kecamatan di dalam wilayah Daerah tingkat II Gowa. Distrik Parigi, Pao dan Borisallo kemudian dilebur menjadi satu kecamatan yakni kecamatan Tinggimoncong yang beribukota di Kota Sejuk Malino.
Pada tahun 1990-an, dengan alasan mempermudah pelayanan kepada masyarakat, maka kecamatan Tinggimoncong dimekarkan dengan membentuk satu Kecamatan baru, bekas Distrik  Pao yakni kecamatan Tombolo Pao. Pada tahun 2006 Kecamatan Tinggimoncong kembali melepaskan wilayahnya untuk berdiri sendiri yakni  bekas wilayah distrik Parigi, dengan nama kecamatan baru tersebut adalah Kecamatan Parigi. Kecamatan Parigi terdiri dari lima desa, yakni Desa Majannang, Desa Bilangrengi, Desa Manimbahoi, Desa Jonjo dan Desa Sicini.
Keadaan Geografis
Keadaan Geografis menurut Folak adalah sebagai berikut: Keadaan geografis merupakan segala kondisi yang tersedia oleh alam bagi kepentingan manusia, khususnya bila memperhatikan kombinasi kondisi-kondisi lain. Demikian pula dengan keadaan geografisnya yang meliputi tanah dengan segala keadaan yang ada di dalamnya.  Menurut penafsiran tentang keadaan geografis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa keadaan geografis adalah segala sesuatu mengenai alam, keletakan dan semua yang berhubungan dengannya. Wilayah Kabupaten Gowa terletak antara Utara 120.36,6  Bujur Timur (BT) dan 50.33,6 Bujur  Timur. Letak wilayahnya antara 120.33,19-130.15,17 Bujur Timur. 50. 5 – 50 . 34. 7’ Lintang Selatan .
Adapun batas-batas wilayahnya meliputi:
  •  Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Makassar dan kabupaten Maros.
  • Sebelah Timur  berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Takalar.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Takalar.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Takalar.
Luas keseluruhan daerah ini adalah 1.883,33 Km2 , yang terbagi kedalam 18 Kecamatan dan 158 Desa/Kelurahan, berikut Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Gowa:
1.    Kecamatan Somba Opu
2.    Kecamatan Barombong
3.    Kecamatan Bontomarannu
4.    Kecamatan Palangga
5.    Kecamatan Parangloe
6.    Kecamatan Pattallassang
7.    Kecamatan Tombolo Pao
8.    Kecamatan Manuju
9.    Kecamatan Tompobulu
10. Kecamatan Bontolempangan
11. Kecamatan Biringbulu
12. Kecamatan Tinggimoncong
13. Kecamatan Bungaya
14. Kecamatan Bajeng
15. Kecamatan Bontonompo
16. Kecamatan Bajeng Barat
17. Kecamatan Bontonompo Selatan
18. Kecamatan Parigi
Keadaan geografis Kabupaten Gowa secara umum terbagi kedalam dua zona dataran rendah dan zona dataran tinggi. Untuk curah hujan pada daerah ini setiap tahunnya mencapai 2000 – 3000 mm, dengan suhu zona dataran rendah 220 - 260  dan suhu udara zona dataran tinggi 180 - 210.  Pembagian musim didaerah ini hampir sama dengan daerah tropis pada umumnya, yakni: Wattu Bara’ (musim penghujan) dimulai pada bulan Oktober sampai bulan April, dan Wattu Timoro’ (musim kemarau) di mulai pada bulan April sampai bulan Oktober. Kecamatan Parigi selaku wilayah penelitian secara geografis terletak pada zona dataran tinggi. Adapun batas-batas wilayahnya adalah disebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Tinggimoncong, Kecamatan Manuju dan Kecamatan Parangloe; sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tinggimoncong; sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bontolempangan dan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bungaya dan Kecamatan Manuju.
Luas wilayah Kecamatan Parigi adalah 132,76 km2. dengan jarak tempuh via Kota Malino ( Kecamatan Tinggimoncong) adalah 89 KM ke Ibukota Kabupaten Gowa, Sungguminasa dan 97 KM ke ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Sedangkan jarak tempuh via Sapaya (Kecamatan Bungaya) adalah 80 KM Ke ibukota Kabupaten Gowa, Sungguminasa dan 88 KM ke ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Wilayah ini berada diatas ketinggian 600-900 diatas permukaan laut (DPL). Wilayah kecamatan Parigi terbagi kedalam lima wilayah pemerintahan Desa yakni, Desa Majannang sebagai Ibukota Kecamatan Parigi, kemudian berturut-turut Desa Manimbahoi, Desa Bilangrengi, Desa Jonjo serta Desa Sicini.
Keadaan alam di wilayah ini terdiri dari bentang alam pegunungan yang berpusat kepada gunung Bawakaraeng diselingi dengan ngarai-ngarai yang didasarnya mengalir sungai Jeneberang dan Sungai Kunisi’ di sebelah Selatan dan Sungai Liangpimbali di sebelah Utara Parigi. Keadaan alam inilah yang sedikit banyak mempengaruhi karakteristik masyarakatnya baik dari segi ekonomi, maupun segi kebudayaan.
Keadaan Demografis
Penduduk kabupaten Gowa secara umum yang dimaksudkan adalah semua individu yang berdomisili di wilayah tersebut selama jangka waktu tertentu – minimal 6 bulan berturut-berturut – dan tercatat sebagai penduduk wilayah tersebut. Penduduk atau masyarakat menurut Koentjaraningrat dalam bukunya pengantar Antropologi dengan definisi sebagai berikut: “Masyarakat itu adalah kesatuan hidup dari mahluk-mahluk manusia yang terikat oleh suatu sistem adat istiadat tertentu”. [ps]



Tags:


apakah parigi sudah menjdi ibukota, makam tujuh bersaudara makassar di takalar, nama raja-raja di parigi gowa sulawesi selatan, nama-nama karaeng di malino, peta batas wilayah kecamatan barombong kabupaten gowa, peta kabupaten gowa 2014, peta kecamatan parigi kabupaten gowa, peta untuk wilayah sekolah sma 2 malino, photo desa parigi, raja-raja di parigi gowa sulawesi selatan

Artikel Terkait Dengan: "Gambaran Umum Wilayah Parigi Gowa"

Response on "Gambaran Umum Wilayah Parigi Gowa"