Yurisprudensi dan Doktrin Dalam Hukum | Pustaka Sekolah

Home > Uncategorized > Yurisprudensi dan Doktrin Dalam Hukum

Yurisprudensi dan Doktrin Dalam Hukum

November 8th, 2011 2 Comments

Yurisprudensi dan Doktrin Dalam Hukum –  Yurisprudensi memiliki beberapa kandungan makna: Yurisprudentia (latin) = pengetahuan hukum; Yurisprudentie (Perancis) = peradilan; Jurisprudence (Inggris) = teori ilmu hukum.

Dari segi praktik peradilan Yurisprudensi adalah keputusan hakim yang selalu dijadikan pedoman hakim lain dalam memutuskan kasus-kasus yang sama.

Sebuah putusan pengadilan pada dasarnya hanya mengikat para pihak yang bersengketa (psl 1917 BW) dan tidak mengikat setiap orang pada umumnya seperti UU. Putusan adalah hukum sejak dijatuhkan hingga dilaksanakan. Dan setelah dilaksanakan putusan pengadilan hanyalah merupakan sumber hukum.

Sebab-sebab seorang hakim mempergunakan putusan hakim lain:

Pertimbangan psikologis

Pertimbangan praktis

Memiliki pendapat yang sama

Arti Pentingnya Yurisprudensi menurut beberapa aliran hukum:

Aliran legisme adalah aliran yang mengangap UU adalah aturan yang sempurna sehingga segala persoalan hukum di masyarakat pada dasarnya sudah tertampung dalam UU. Adapun posisi hakim dalam memutuskan suatu perkara sebagai penyambung lidah dari UU. Hakim dalam melaksanakan tugas terikat pada UU sehingga yang ia lakukan adalah melakukan suatu upaya deduksi logis dari sebuah diktum UU. Artinya, menurut aliran legisme pengetahuan UU adalah primer sementara Yurisprudensi adalah sekunder.

Aliran Freie Rechtbewegung mengatakan bahwa mempelajari Yurisprudensi lebih penting daripada UU. Karena yurisprudens adalah wujud konkrit dari sebuah putusan hukum. Dan aliran ini memberikan kebebesan pada hakim untuk menciptakan hukum.

Aliran Rechtvinding adalah jalan tengah dari 2 aliran di atas. Menurutnya hakim memiliki kebebasan yang terikat untuk menyelaraskan UU dengan keadaan masyarakat dengan cara penafsiran jika peraturan tidak jelas atau mengkonstruksi hukum jika UU tidak mengaturnya.

Asas-Asas Yurisprudensi

Asas Presedent; Hakim terikat pada putusan yang lebih dulu dari hakim yang sama derajatnya atau hakim yang lebih tinggi. Asas ini dianut oleh negara-nega anglo-Saxon (Inggris- Amerika)

Asas Bebas: Hakim tidak terikat pada keputusan hakim terdahulu pada tingkatan sejajar atau yang lebih tinggi.

Doktrin

UU, perjanjian internasioanl dan Yurisprudensi adalah sumber hukum. Tidak mustahil sumber-sumber hukum ini tidak dapatmemberikan jawaban mengenai hukumnya, maka hukum dicari dari pendapat para sarjana hukum atau ilmu hukum.

Ilmu hukum bukanlah hukum, karena tidak memiliki kekuatan mengikat, namun ilmu hukum memiliki wibawa karena didukung oleh para ahli hukum (yuris) dan sebagai sebuah ilmu, ilmu hukum memiliki sifat obyektif. Selaras dengan sifat yang harus dimiliki sebuah hukum yakni wibawa dan obyektif.

Doktrin sebagai sumber hukum tampak jelas dalam hukum internasional. Mahkamah Internasional dalam Piagam Mahkamah Internasional pasal 38 (1) mengakui pendapat-pendapat ahli hukum sebagai pedoman dalam mempertimbangkan dan memutuskan suatu sengketa atau perselisihan. Dan di Indonesia khususnya dalam pengadilan Agama, pendapat para fukaha (ahli Hukum Islam) banyak digunakan sebagai pertimbangan dalam memutuskan perkara di Pengadilan Agama.[ps]

Tags:


contoh yurisprudensi, yurisprudensi adalah, doktrin adalah, contoh doktrin, contoh hukum doktrin, Contoh hukum yurisprudensi, pengertian yurisprudensi, Pengertian doktrin, doktrin hukum, contoh doktrin hukum
Uncategorized
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

2 Komentar Pada “Yurisprudensi dan Doktrin Dalam Hukum”

  1. bagi para pengguna layanan internet meleui komputer anda masing2, gunakanlah se-efisien mungkin dalam penggunaannya ya…

  2. Tata Yoahem says:

    Kenapa keputusan pengadilan yg dijadikan sumber hukum nya tdk ada.

 

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis