Struktur Morfologi Daun | Pustaka Sekolah

Home > Umum > Struktur Morfologi Daun

Struktur Morfologi Daun

March 7th, 2013 7 Comments

Struktur Morfologi Daun – Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan share artikel mengenai Struktur Morfologi Daun. Semua bagian tumbuhan memerlukan tenaga untuk menjalankan berbagai macam pekerjaannya masing-masing, seperti halnya hewan dan manusia tenaga itu diperoleh dari hasil proses pernapasan pula. Daun-Daun sebagai bagian tumbuh tumbuhan yang tersusun atas sel-sel yang hidup dan melakukan pernapasan. Daun itu sendiri memiliki mulut-mulut daun atau yang biasa disebut sebagai stomata, mmemiliki peran sebagai jalan keluar masuknya udara ke dalam tumbuhan, maka tidaklah berlebihan jika daun pun dianggap sebagai salah satu alat yang penting untuk pernapasan tumbuhan.

Setiap tumbuhan memiliki daun dengan struktur yang berbeda-beda dan hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, Beberapa diantaranya adalah Keadaan lingkungan Tempat tanaman itu tumbuh, kondisi gentik tanaman tersebut. Banyak sekali faktor pembeda yang membuat keberagaman daun cukup tinggi, jika dilihat dari morfologinya saja mulai dari segi bentuk daun,ujung daun, pangkal daun, susuanan tulang, tepi hingga daging daun terdapat perbedaan antara tiap daun pada tiap jenis tumbuhan.

struktur morfologi

Definisi Daun

Daun adalah salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.

Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).

Struktur Morfologi Daun

Daun, berfungsi sebagai tempat fotosintesis; tempat evaporasi (penguapan air); gutasi (penetesan air); tempat pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida (pada stomata). Daun tersusun atas epidermis atas – mesofil (terdiri atas jaringan palisade/jaringan tiang dan jaringan bunga karang/jaringan spons) – jaringan pengangkut – epidermis bawah. Pertulangan daun dikotil menjari atau menyirip, sedangkan pada daun monokotil melengkung atau sejajar.

Korteks pada tumbuhan dikotil terdapat diantara berkas pembuluh dan epidermis, sedangkan pada monokotil batas tersebut tidak jelas. Pada tumbuhan dikotil terdapat juga jaringan dasar lain selain korteks yaitu empulur yang mengisi bagian tengah batang. Penumpukan pati pada umumnya terdapat pada empulur ini. Pada epidermis atas dan bawah daun dijumpai pori-pori kecil yang disebut dengan stomata (tunggal : stoma). Pada tumbuhan darat jumlah stomata pada epidermis bawah daun lebih banyak dari epidermis atas daun, yang merupakan adaptasi tumbuhan untuk meminimalisasi hilangnya air dari daun. Celah stomata terbentuk apabila sepasang sel penjaga stoma mengkerut. Sel penjaga ini mengatur ukuran stomata, berperan penting dalam pertukaran gas (CO2 dan O2) yang terdapat di dalam daun dengan lingkungan luar, selain itu juga berperan dalam pengaturan hilangnya air dari tumbuShisatne.m jaringan dasar pada daun disebut dengan mesofil.

Pada daun tumbuhan dikotil, mesofilnya terdiferensiasi menjadi jaringan pagar dan bunga karang. Yang umumnya terdiri dari Proses fotosintesis terjadi dalam mesofil. Jaringan pagar dapat mengandung lebih dari 80 % kloroplas daun, sedangkan jaringan bunga karang karena sel-selnya tersusun longgar dengan ruang interselular yang banyak, jaringan ini merupakan tempat pertukaran gas.

Struktur Morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Oleh karena itu, struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis tumbuhan. Struktur daun dapat dilihat dari:

  • Bentuk tulang daun (menyirip, menjari, melengkung, dan sejajar).
  • Bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat, lanset, jorong, memanjang, perisai, jantung, dan bulat telur).
  • Tepi daun (bergerigi, beringgit, berombak, bergiri, dan rata).
  • Bentuk ujung daun (runcing,meruncing, tumpul, membulat, rompang/ terbelah, dan berduri).
  • Bentuk pangkal daun (runcing, meruncing, tumpul, membulat, rata, dan berlekuk).
  • Permukaan (licin, kasap, berkerut, berbulu, dan bersisik).

Fungsi Daun

Adapun fungsi daun adalah sebagai berikut :

  • Tempat terjadinya fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
  • Sebagai organ pernapasan. Di daun terdapat stomata yang berfungsi sebagai organ.
  • Tempat terjadinya transpirasi.
  • Tempat terjadinya gutasi.
  • Alat perkembangbiakkan vegetatif. Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun).

Anatomi Daun

Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :

  • Epidermis. Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
  • Parenkim/Mesofil. Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
  • Jaringan Pembuluh. Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.

Demikianlah artikel mengenai struktur morfologi daun, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]

Tags:


gambar morfologi daun, pada bagian daun terdapat pori-pori untuk pertukaran gas yang disebut, bentuk morfologi daun, struktur daun yang melakukan fotosintesis adalah, tempat pertukaran gas di daun, morfologi daun monokotil, tempat pertukaran gas di daun adalah, mengapa bentuk daun berbeda beda, Fungsi ujung daun, mengapa bentuk daun berbeda-beda
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

7 Komentar Pada “Struktur Morfologi Daun”

  1. Mispa Eben Ezeir Silalahi says:

    Thnks y

 

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis