Sistem Peredaran Darah Invertebrata | Pustaka Sekolah

Home > Eksakta > Sistem Peredaran Darah Invertebrata

Sistem Peredaran Darah Invertebrata

April 26th, 2012 0 Comments

Sistem Peredaran Darah Invertebrata – Sahabat Pustakers pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan share atau berbagi artikel pendidikan yang bertopik Sistem peredaran darah invertebrata. Makanan dalam tubuh organisme uniselular maupun multiselular perlu didistribusikan ke seluruh tubuh melalui sistem yang dinamakan sistem transportasi. Sistem transportasi dapat berlangsung melaui difusi sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup.

Sistem transportasi pada organisme uniselular seperti paramaecium berlangsung melalui difusi. Proses yang sama terjadi pada organisme multiselular bernama hydra. Sistem transportasi lainnya adalah sistem peredaran darah terbuka yang dapat ditemukan pada hewan tingkat rendah (invertebrata) seperti serangga. Lain hanya dengan serangga cacing memiiki sistem peredaran darah tertutup walaupun termasuk invertebrata. Hewan tingkat tinggi (vertebrata) juga memiiki sistem peredaran darah tertutup.

Sistem Peredaran Darah Invertebrata

Sistem Transportasi pada Paramaecium

Sistem transportasi paramaecium berlangsung secara difusi yakni melalui membran plasma. Proses pemasukan gas oksigen ke dalam sel dan pengeluaran gas karbon dioksida dari sel, terjadi melalui membran plasma. Makanan yang telah dicerna di dalam vakuola makanan akan diedarkan oleh vakuola kontraktil ke seluruh sel.

Sistem Peredaran Darah Pada Serangga

Serangga memiliki sistem peredaran darah terbuka merupakan sistem peredaran darah ke seluruh tubuh yang tidak melewati pembuluh darah kapiler darah. Belalang memiliki sistem peredaran darah terbuka. Darah serangga berwarna biru karena mengandung pigmen respirasi hemosiani. Peredaran darah pada serangga tidak membawa oksigen dan karbon dioksida.

Sistem Peredaran dara Pada Cacing

Cacing Annelida telah memiliki sistem peredaran darah tertutup. Peredaran darah tertutup merupakan peredaran darah yang mengalir kedalam pembuluh darah atau memiliki kapiler darah. Pada Annelida distribusi makanan menggunakan sistem peredaran darah yang masih sederhana. contoh Annelida adalah cacing tanah atau Pheretima sp.

Di daerah esofagus pheretima sp terdapat 5 cabang aorta yang berfungsi sebagai jantung. Bagian ini berhubungan dengan pembuluh darah dorsal dan pembuluh darah ventral dan kembali ke cabang aorta ke pembuluh darah ventral dan kembali ke cabang aorta melalui pembuluh darah dorsal.

Dari pembuluh darah dorsal dan ventral terdapat percabangan yang menuju usus. Pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 berlangsung melalui permukaan tubuh yang dilengkapi dengan kutikula tipis. Darah cacing tanah memiliki hemoglobin yang terdapat pada cairan darah.

Pertukaran gas tersebut dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pertukran eksternal yaitu pertukaran antara gas O2 dan gas CO2 yang berangsung antara darah dan lingkungan di sekitar tubuh. Tahap kedua adalah pertukaran eksternal yakni pertukaran antara gas O2 dan gas CO2 yang berlangsung antara darah dan berbagai jaringan tubuh.

Demikianlah artikel Pustaka Sekolah yang mebahas tentang Sistem Peredaran darah Invertebrata semoga artikel pendidikan ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]

Tags:


sistem peredaran darah invertebrata, sistem peredaran darah pada cacing, sistem peredaran darah cacing, sistem peredaran darah pada hewan, peredaran darah invertebrata, sistem peredaran darah pada hewan vertebrata dan invertebrata, sistem peredaran darah pada invertebrata, sistem sirkulasi invertebrata, sistem peredaran darah pada cacing tanah, sistem sirkulasi pada hewan invertebrata
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis