Sejarah Sebagai Peristiwa | Pustaka Sekolah

Home > Pendidikan > Sejarah Sebagai Peristiwa

Sejarah Sebagai Peristiwa

December 4th, 2011 7 Comments

Sejarah Sebagai Peristiwa – Apa yang terjadi pada masa lalu merupakan fakta sejarah atau kenyataan sejarah. Kenyataan tersebut dapat menjadi peristiwa sejarah. Dengan demikian, sejarah sebagai peristiwa ialah kejadian, kenyataan, dan aktualitas. Kenyataan tersebut telah berlangsung pada masa lalu. Sejarah menjadi sesuatu yang objektif karena merupakan kenyataan yang benar-benar terjadi. Kehidupan manusia bersifat multidimensi, artinya kehidupan yang dapat dilihat dari berbagai aspek.

Aspek-aspek tersebut yaitu ekonomi, politik, sosial budaya, dan lain-lain. Kenyataan sejarah dapat berupa aspek-aspek kehidupan manusia. Objektivitas sejarah dapat dibuktikan berdasarkan sumber sejarah yang ditemukan. Apabila suatu peristiwa sejarah itu diceritakan tetapi tidak ada sumbernya, maka sejarah itu tidak menjadi objektif. Jadi, peristiwa tersebut bukan kenyataan sejarah.

Peristiwa sejarah dapat dilihat dalam hubungan sebab akibat, baik yang bersifat internal maupun eksternal dari peristiwa itu. Internal disebabkan faktor yang ada dalam peristiwa itu sendiri, misalkan lahirnya pergerakan nasional di Indonesia pada awal abad ke-20 disebabkan oleh lahirnya kaum terpelajar sebagai dampak dari politik pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda melalui politik etis. Secara eksternal pergerakan kebangsaan di Indonesia lahir disebabkan oleh kemenangan perang oleh Jepang terhadap Rusia 1904/1905.

Sebab biasanya merupakan syarat utama bagi timbulnya suatu akibat. Syarat tersebut bisa berupa kondisi tertentu. Sebab suatu peristiwa bisa bersifat tunggal atau sebab utama, bisa pula bersifat multisebab atau lebih dari satu. Sebagai contoh, peristiwa perang terjadi disebabkan oleh konflik militer yang tidak dapat diselesaikan oleh dua negara yang bersengkata. Perang dapat pula disebabkan oleh multisebab, bukan hanya konflik militer tetapi disebabkan oleh aspek-aspek lainnya misalnya konflik perbatasan, kepentingan ekonomi, kepentingan politik dalam negeri, dan sebagainya.

Dalam sejarah umat manusia, peristiwa sejarah dapat merupakan suatu perubahan kehidupan. Sebab sejarah pada hakikatnya merupakan sebuah perubahan. Sejarah mempelajari aktivitas manusia dalam konteks waktu. Dengan melihat aspek waktu tersebut, akan terlihat perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan kehidupan tersebut dapat berupa aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Aspek-aspek tersebut memiliki hubungan yang saling terkait. Suatu peristiwa ekonomi bisa disebabkan oleh aspek politik, sosial, dan budaya, juga sebaliknya.

Peristiwa politik biasanya peristiwa kehidupan manusia yang berkaitan dengan kekuasaan. Kekuasaan dapat berhubungan dengan penguasa, negara, pemerintahan, keputusan-keputusan pemerintah, partai politik, undang-undang, keterlibatan masyarakat dalam politik misalnya pemilu, dan lain-lain. Penguasa bisa seorang raja, presiden, atau pemimpin partai. Terdapat pula orang-orang tertentu yang bukan penguasa tetapi memiliki pengaruh terhadap kekuasaan, yang biasanya orang-orang tersebut dikategorikan sebagai “orang-orang besar”, misalkan seorang tokoh masyarakat yang memiliki kharisma di mata masyarakatnya.

Peran seorang penguasa dapat menjadi suatu peristiwa politik, misalnya peran yang dilakukan olehDaendels ketika menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Salah satu tindakan dari keputusan politiknya yang sangat penting bagi sejarah Indonesia ialah pembuatan Jalan Raya yang terbentang dari ujung barat Pulau Jawa yaitu Anyer sampai dengan ujung timur Pulau Jawa yaitu Panarukan. Pembuatan jalan raya ini berawal dari keputusan politik Daendels yang bertugas mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris, tetapi kemudian berakibat pada aspek-aspek lainnya. Pembangunan jalan raya sebagai suatu sebab, dapat berakibat pada aspek-aspek lain yang tidak lagi merupakan peristiwa politik. Aspek-aspek lain tersebut misalnya pertumbuhan kota-kota di Jawa Barat yang dilalui jalan raya. Kota-kota tersebut misalnya Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, dan kota-kota lainnya. Di antara kota-kota tersebut dibangun jalur ekonomi, karena jalan tersebut berfungsi sebagai sarana transportasi bagi barang-barang yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Di dalam kota-kota tersebut memungkinkan tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat, masyarakat mudah berinteraksi secara ekonomi karena terdapat sarana transportasi, sehingga kegiatan perdagangan antarmasyarakat semakin meluas.

Bahkan secara sosial dapat menimbulkan suatu kegiatan usaha jasa, misalnya jasa pengangkutan barang yang menggunakan gerobak kuda. Berdasarkan contoh di atas, dapatlah dilihat bahwa peristiwa politik dapat menjadi sebab terhadap peristiwa-peristiwa lainnya seperti peristiwa ekonomi dan sosial. Selain peran individu dalam politik, peran kelompok juga dapat menjadi peristiwa politik. Misalkan, peristiwa peran yang dilakukan oleh partai politik dalam kampanye. Partai politik merupakan kumpulan individu-individu yang berkumpul untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya, yang biasanya akan mereka perjuangkan nanti di parlemen. Kegiatan kampanye merupakan bagian dari kegiatan pemilu. Kegiatan pemilu dapat memperlihatkan bagaimana individuindividu itu berperilaku. Dalam kegiatan kampanye, partai-partai berlombalomba dengan berbagai jargon yang mereka ungkapkan untuk meraih massa.

Kegiatan kampanye sebagai peristiwa politik dapat menjadi sebab bagi peristiwa-peristiwa lainnya. Misalnya apabila kampanye itu dilakukan tidak dengan tertib dan tumbuhnya fanatisme yang berlebihan di kalangan pengikut atau massa partai politik, dapat berakibat lahirnya peristiwa konflik sosial atau kerusuhan. Selain berakibat secara sosial, kampanye dapat pula berakibat pada kegiatan ekonomi. Misalnya setiap partai politik memiliki identitasnya masing-masing. Identitas tersebut dapat dilihat pada bendera dan kaos yang digunakan oleh massanya. Untuk kegiatan kampanye, identitas tersebut harus digunakan, dan membutuhkan jumlah yang cukup banyak. Pemenuhan identitas tersebut tidak mungkin dilakukan oleh partai itu sendiri, sebab partai lebih berkonsentrasi pada kegiatan politik. Akibatnya, tumbuhlah para pengusaha atau penjual bendera dan kaos partai politik. Terjadi perdagangan bendera dan kaos partai dalam jumlah yang lebih besar. Bagi sekelompok pedagang atau pengusaha, ini merupakan peristiwa ekonomi yang sangat menguntungkan.

Partai politik dalam melakukan kampanye biasanya dilakukan di lapangan yang terbuka luas dan membutuhkan kerumunan massa yang cukup besar. Bagi sekelompok pedagang makanan, khususnya pedagang kecil, kerumunan massa ini merupakan potensi untuk mencari konsumen dalam rangka menjual dagangannya. Dalam kegiatan kampanye ini ternyata terjadi peristiwa ekonomi, yaitu terjadinya transaksi dagang antara pedagang makanan yang menjajakan di tempat berlangsungnya kampanye dengan massa pendukung partai. Dalam sejarah Indonesia, peristiwa-peristiwa politik tersebut dapat dilihat dari kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) yang pertama pada tahun 1955 sampai dengan pemilu terakhir pada tahun 2003. Bagi mereka yang mengalaminya pelaksanaan pemilu, dapat melihat secara langsung dari lingkungan terdekat atau lingkungan sekitarnya bagaimana perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada saat pemilu berlangsung, apakah masyarakat terkonsentrasi sepenuhnya pada kegiatan politik, atau adakah kegiatan ekonomi masyarakat dalam rangka pemilu, atau kegiatan-kegiatan lainnya di luar kegiatan yang bersifat politik.[ps]

Tags:


sejarah sebagai peristiwa, contoh peristiwa sejarah, contoh sejarah, contoh peristiwa sejarah di indonesia, contoh sejarah sosial, contoh sejarah ekonomi, contoh peristiwa sejarah nasional, contoh peristiwa sejarah indonesia, contoh sejarah sebagai peristiwa dalam kehidupan, contoh sejarah peristiwa
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

7 Komentar Pada “Sejarah Sebagai Peristiwa”

  1. Alhamulillah….
    Sukron katsir…
    Dengan bantuan pemaparan sejarah sebagai peristiwa saya bisa memadukan antara materi dari dosen dan dari media……

  2. Chandra Sudan Azza says:

    mna contoh ?

 

Ayo Berkomentar