Sejarah Perang Pattimura 1817 | Pustaka Sekolah

Home > Pendidikan > Sejarah Perang Pattimura 1817

Sejarah Perang Pattimura 1817

May 6th, 2012 10 Comments

Sejarah Perang Pattimura  1817 РSahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Perang Pattimura 1817 atau Perlawanan Rakyat Maluku tahun 1817
Tidakan sewenang-wenang yang dilakukan VOC di Maluku kembali dilanjutkan oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda setelah berkuasa kembali pada tahun 1816 dengan berakhirnya pemerintah Inggris di Indonesia tahun 1811-1816.
Berbagai tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda di bawah ini menyebabkan timbulnya perlawanan rakyat Maluku.

Sejarah Perang Pattimura 1817

  • Penduduk wajib kerja paksa untuk kepentingan Belanda misalnya di perkebunan-perkebunan dan membuat garam.
  • Penyerahan wajib berupa ikan asin, dendeng dan kopi.
  • Banyak guru dan pegawai pemerintah diberhentikan dan sekolah hanya dibuka di kota-kota besar saja.
  • Jumlah pendeta dikurangi sehingga kegaitan menjalankan ibadah menjadi terhalang.
  • Secara khusus yang menyebabkan kemarahan rakyat adalah penolakan Residen Van den Berg terhadap tuntutan rakyat untuk membayar harga perahu yang dipisah sesuai dengan harga sebenarnya.

Tahun 1817 rakyat Saparua mengadakan pertemuan dan menyepakati untuk memilih Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura) untuk memimpin perlawanan. Keesokan harinya mereka berhasil merebut benteng Duurstede di Saparua sehingga residen Van den Berg tewas. Selain Pattimura tokoh lainnya adalah Paulus Tiahahu dan puterinya Christina Martha Tiahahu. Anthoni Reoak, Phillip Lattumahina, Said Perintah dan lain-lain. Perlawanan juga berkobar di pulau-pulau lain yaitu Hitu, Nusalaut dan Haruku penduduk berusaha merebut benteng Zeeeland.
Untuk merebut kembali benteng Duurstede, pasukan Belanda didatangkan dari Ambon dibawah pimpinan Mayor Beetjes namun pendaratannya digagalkan oleh penduduk dan mayor Beetjes tewas. Pada bulan Nopember 1817 Belanda mengerahkan tentara besar-besaran dan melakukan sergapan pada malam hari Pattimura dan kawan-kawannya tertangkap. Mereka menjalani hukuman gantung pada bulan Desember 1817 di Ambon. Paulus Tiahahu tertangkap dan menjalani hukuman gantung di Nusalaut. Christina Martha Tiahahu dibuang ke pulau Jawa. Selama perjalanan ia tutup mulut dan mogok makan yang menyebabkan sakit dan meninggal dunia dalam pelayaran pada awal Januari tahun 1818.

Demikianlah artikel Pustaka Sekolah mengenai Sejarah Perang Pattimura 1817, semoga artikel ini tentunya dapat memebrikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]

Tags:


perang pattimura, perlawanan pattimura, sejarah, perang patimura, sejarah perang pattimura, sejarah pattimura, Perjuangan pattimura, perlawanan patimura, perlawanan pattimura 1817, sejarah perang patimura
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

10 Komentar Pada “Sejarah Perang Pattimura 1817”

  1. Artikelnya ngga lengkap -,-

  2. Artikel nya kurang Lengkappppppppppppppp……………………………………..!

  3. eto says:

    Anda yg Menulis ini ….
    apakah asli orang maluku….
    ternyata pengetahuan anda hanya kecil mengenai sejarah maluku dan garis keturunan orang maluku !!!
    ” Mena Muria”
    Apa datang dari muka jang mundur !!!
    anda tau makna kata2 yg barusan saya Tulis…
    klo ada orang maluku
    seharusnya anda tau ?????????

  4. Flix Dwi Setyo says:

    Ya……Betul Sekali
    Agar Kisah Bisa Lengkap……

    :)

  5. harus lebih bnyak lagi ditulis kisah2 sejarah di ambon

 

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis