Bulan Safar 1435 H | Pustaka Sekolah

Home > Umum > Bulan Safar 1435 H

Bulan Safar 1435 H

November 3rd, 2013 2 Comments

Bulan Safar 1435 H – Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Bulan Safar. Bulan Safar merupakan bulan ke-2 hijriah setelah bulan Muharam dan sebelum Bulan Rabiul Awal. Pada Tahun 2013 – 2014 ini atau tahun 1435 H, bulan Safar akan dimulai padahari kamis tanggal 5 Desember 2013 dan berakhir pada rabu tanggal 1 Januari 2014 (versi kalender resmi).

Dinamakan Safar  karena kota Mekkah (seolah) kosong dari penghuninya jika orang-orang bersafar mendatanginya. Dikatakan pula: dinamakan Shafar karena dahulu suatu kabilah diperangi dan ditinggalkan tanpa memiliki barang apapun (dijarah). Ada dua kemungkaran besar yang ada pada bangsa Arab di bulan Shafar:

  • pertama: mempermainkan permulaan dan pengakhiran bulan Shafar.
  • Kedua: anggapan sial pada bulan ini.

Sudah dimaklumi bahwa Allah menciptakan tahun dengan dua belas bulan. Dia menjadikan empat di antaranya sebagai bulan haram (bulan suci), yang diharamkan peperangan pada waktu itu sebagai pengagungan terhadap bulan-bulan tersebut, yaitu: Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab. Hal itu disebutkan dalam al-Quran dengan firman-Nya:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS.at-Taubah:36)

Orang-orang musyrik sudah mengetahui hal itu. Akan tetapi mereka mengakhirkan bulan-bulan tersebut dan memajukannya sesuai hawa nafsu mereka. Di antaranya mereka menjadikan bulan Shafar pengganti bulan Muharam. Mereka berkeyakinan bahwa pelaksanaan umrah yang dilakukan pada bulan haji  adalah perbuatan yang paling keji. Adapun anggapan sial di bulan Shafar sudah amat masyhur pada umat jahiliah. Sisa-sisa keyakinan itu masih ada dikalangkan mereka yang menisbatkan diri kepada Islam. Abu Hurairah berkata, bersabda Rasulullah: “Tidak ada wabah (yang menyebar secara sendirinya), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa.” [Hadits riwayat al-Bukhari no.5387 dan Muslim no.2220]

Awal mula kesyirikan yang menganggap bahwa adanya hari dan bulan yang baik dan yang buruk berawal dari adat jahiliyah yang mereka terima dari tukang-tukang sihir ( kahin ). Dan bulan shafar ini mereka masukan ke dalam bulan yang penuh dengan malapetaka. Beberapa jenis keyakinan syirik yang bertentangan dengan Islam yang terjadi pada bulan Shafar adalah:

  • Masyarakat Arab Jahiliyah menganggap bulan shafar sebagai bulan penuh kesialan.( Shahih Bukhari no. 2380 dan Abu Dawud no. 3915 ).
  • Masyarakat Arab Jahiliyah juga meyakini adanya penyakit cacing atau ular dalam perut yang disebut shafar, yang akan berontak pada saat lapar dan bahkan dapat membunuh orangnya, dan yang diyakini lebih menular dari pada Jarab ( penyakit kulit / gatal ). ( Shaih Muslim : 1742, Ibnu Majah : 3539 )
  • Keyakinan masyarakat Arab Jahiliyah bahwa pada bulan shafar tahun sekarang diharamkan untuk berperang dan pada shafrar tahun berikutnya boleh berperang. ( Abu Dawud : 3913, 3914 ).
  • Keyakinan sebagian mereka yang menganggap bahwa umrah pada bulan-bulan haji termasuk bulan Muharam ( shafar awal ) adalah sebuah kejahatan paling buruk di dunia. ( Bukhari no. 1489, Muslim : 1240, 1679 ).
  • Sebagian orang-orang di India yang berkeyakinan bahwa tiga belas ( 13 ) hari pertama bulan shafar adalah hari naas yang banyak diturunkan bala’. ( Ad-Dahlawi, Risalah Tauhid )
  • Keyakinan sebagian umat Islam di Indonesia bahwa pada setiap tahun tepatnya pada hari rebo wekasan Alloh menurunkan 320.00 ( tiga ratus dua pulun ) malapetaka atau bencana. ( Al-Buni dalam Kitab Al-Firdaus serta Faridudin dalam Kitab Awradu Khawajah dan tokoh-tokoh sufi lainnya ).
  • Mengenai rebo wekasan ini mereka juga berkeyakinan tidak boleh melakukan pekerjaan yang berharga atau penting seperti pernikahan, perjalanan jauh, berdagang dan lain-lain, jika tetap dilakukan maka nasibnya akan sial.

Hikmah Bulan Safar

  • Meyakini bahwa Safar sama dengan bulan-bulan lainnya yang telah Allah SWT. jadikan sebagai kesempatan untuk melakukan amal-amal yang bermanfaat. Menganggap Safar sebagai bulan pembawa sial merupakan perbuatan haram dan syirik karena tidak ada yang mampu memberikan manfaat dan menimpakan mudarat kecuali Allah SWT.
  • Bila musibah menimpa kepada diri kita di bulan ini, harus diyakini semua itu merupakan ketetapan Allah SWT. yang penuh dengan keadilan dan hikmah-Nya.
  • Jika kita membatalkan pekerjaan atau hajat pada bulan ini, alasannya bukan kerana Safar, melainkan karena alasan logika yang tidak bertentangan dengan nilai ketauhidan.
  • Menumbuhkan sikap tawakal kepada Allah SWT. yang disertai usaha dan amal yang tidak bertentangan dengan syariat. A
  • Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. dengan melakukan berbagai ketaatan, baik dalam melaksanakan perintah-Nya maupun menjauhi larangannya. Dengan ketakwaan, akan menjadi sarana untuk mendapatkan kebahagiaan, keselamatan, dan mampu membedakan yang benar dan batil (furqan).

Demikianlah artikel mengnenai Bulan safar dan hikmahnya, semoga artikel ini dapat memebrikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]

Tags:


bulan safar 2014, bulan safar tahun 2014, bulan safar 2013, bulan safar tahun 2013, rebo wekasan 2014, bulan safar di tahun 2014, Rabu wekasan 2014, bulan safar 2012, bulan safar tahun 2012, rebo wekasan 2013
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

2 Komentar Pada “Bulan Safar 1435 H”

  1. ada tanya dalam hati, bila kita percaya ada beberapa keistimewaan dalam bulan bulan tertentu kenapa tidak hal sebaliknya juga ada pada bulan bulan lainnya?

  2. AdHeline PramuDya UtoMo says:

    Bener gk sih ?

Trackbacks/Pingbacks

 

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis