Pengertian Kiblat | Pustaka Sekolah

Home > Umum > Pengertian Kiblat

Pengertian Kiblat

November 30th, 2011 1 Comment

Pengertian Kiblat – Kata “kiblat” berasal dari kata Arab al-qiblah  yang secara harfiah berarti arah (al-jihah), dan merupakan bentuk fi’lah dari kata al-mu±balah  sehingga berarti ‘keadaan  menghadap.’ Dalam ungkapan Arab dikatakan artinya ‘ucapannya tidak punya kiblat, maksudnya tidak punya artinya ‘ke mana arahmu?’; artinya arah’; ‘dia tidak memiliki arah mengenai permasalahannya’.

Al-Manawi dalam kitabnya at-Tauqif ‘al-Muhimmat at-Ta‘rif menjelaskan bahwa “kiblat” adalah segala sesuatu yang ditempatkan di muka, atau sesuatu yang kita menghadap kepadanya. Jadi secara harfiah kiblat mempunyai pengertian arah ke mana orang menghadap. Oleh karena itu Kakbah disebut sebagai kiblat karena ia menjadi arah yang kepadanya orang harus menghadap dalam mengerjakan salat. Penentuan arah kiblat pada hakikatnya adalah menentukan posisi Kakbah dari suatu tempat di permukaan bumi, atau sebaliknya.

Tempat-tempat yang dekat dengan Kakbah di mana orang menunaikan salat di tempat itu dapat langsung menyaksikan Kakbah tentu tidak perlu menentukan arah kiblatnya terlebih dahulu. Baik tempat salat maupun Kakbah berada di permukaan bumi, padahal bumi bentuknya bulat mirip bola, maka dalam menentukan posisi Kakbah dari tempat salat itu harus diberlakukan ketentuanketentuan, konsep-konsep, atau hukum-hukum yang berlaku pada bola. Arah dari suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi ditunjukkan oleh busur lingkaran terpendek yang melalui atau menghubungkan kedua tempat tersebut.

Busur lingkaran yang dapat menghubungkan dua tempat di permukaan bola, termasuk di permukaan bumi, ada dua macam, lingkaran besar dan lingkaran kecil. Busur dengan jarak yang terpendek adalah busur yang melalui lingkaran besar. Dengan penjelasan di atas dapat dinyatakan bahwa arah kiblat adalah arah yang ditunjukkan oleh busur lingkaran besar pada permukaan bumi yang menghubungkan tempat salat dengan Kakbah.

 Dalil-dalil yang Berkaitan Dengan Arah Kiblat dalam Al-Qur’an antara lain:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekalikali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (Al-Baqarah (2) : 144).

Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benarbenar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah( 2) : 149).

Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk” ( Al-Baqarah, (2) : 150). 2 .

Hadis

Muhammad bin ‘Amr Ibn’ , ia berkata: Saya mendengar Abu Humaid as-Sa’idi berkata bahwa jika Rasulullah saw. akan mendirikan salat, beliau menghadap kiblat, mengangkat tangan, lalu mengucapkan Allah akbar” (H.R. Ibnu Majah).

Dari Abu Hurairah r.a. … Bahwasannya Rasulullah saw. bersabda apabila kamu hendak salat maka sempurnakanlah wudu Arah Kiblat, kemudian menghadap kiblat lalu takbir… (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an maupun hadis di atas, para ulama sepakat bahwa menghadap ke Baitullah hukumnya wajib bagi orang yang melakukan salat.

Geometri Arah Kiblat Sebagaimana disebutkan di muka, penentuan arah kiblat adalah penentuan arah di permukaan bumi. Karena bumi berbentuk bola berarti menentukan arah di permukaan bola. Jika titik Kakbah dan titik tempat salat dihubungkan dengan titik Kutub Utara (KU) melalui busur-busur lingkaran besar, maka akan terbentuklah sebuah segitiga dengan tiga titik sudutnya: Kutub Utara, tempat salat, dan Kakbah; sedang sisi-sisinya adalah busur meridian Kakbah, meridian tempat salat, dan busur arah kiblat. Segitiga yang terbentuk itu adalah segitiga bola karena ketiga sisinya merupakan busur dari lingkaran besar. Karena segitiga bola ini terkait dengan arah kiblat maka katakanlah Segitiga Bola Arah Kiblat.

Metode Penentuan Kiblat

Pada saat ini metode yang sering digunakan dalam pengukuran arah kiblat ada tiga macam, yakni:

  1. memanfaatkan bayang-bayang kiblat,
  2. memanfaatkan arah utara geografis (true north), dan
  3. mengamati/ memperhatikan ketika matahari tepat berada di atas Kakbah. Bila menggunakan metode bayang-bayang kiblat maka langkah-langkah yang perlu ditempuh, yaitu: (a) menghitung sudut arah kiblat suatu tempat, (b) menghitung saat kapan matahari membuat bayang-bayang setiap benda (tegak) mengarah persis ke Kakbah, dan (c) mengamati bayang-bayang benda tegak pada saat seperti dimaksud poin (b). Kemudian mengabadikan bayang-bayang tersebut sebagai arah kiblat.
  4. melakukan pembetulan arah kiblat. Pembetulan arah kiblat yang ia lakukan di antaranya ketika tiba di masjid Jembatan Lima Betawi (Jakarta). Pada saat itu ia melihat arah kiblat masjid Jembatan Lima terlalu miring ke kiri. Dengan bekal ilmu falak yang ia miliki arah kiblat masjid tersebut dipalingkan ke kanan sebanyak 25 derajat. [ps]

Tags:


pengertian kiblat, arti kiblat, pengertian arah kiblat, kiblat adalah, Pengertian Qiblat, arti kata kiblat, definisi kiblat, apa yang dimaksud dengan kiblat, arti dari kiblat, apa yang dimaksud kiblat
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

1 Komentar Pada “Pengertian Kiblat”

 

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis