Pengertian Kepribadian

Pengertian Kepribadian – Sahabat , pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan share artikel mengenai Definisi Pengertian Kepribadian.┬áMenurut gordon Alport (1951) kepribadian atau personality didifinisikan sebagai suatu kesatuan organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam penyesuaian diri dengan atau terhadap lingkungannya.

Berbicara kepribadian kita harus membicarakan temperament, sifat, karakter, kebiasaan.

  • Temperament adalah gejala karakteristik dari setiap emosi individu, termasuk juga mudah atau tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya beraksi, kualitas kekuatan suasana hatinya dan gejala ini tergantung kepada faktor konstitusional dan terutama berasal dari keturunan.
  • Sifat/trait adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, serta melalui membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama.
  • Watak atau karakter lebih bersifat stabil, herediter atau bawaan dan bersifat normatif.
  • Kebiasaan adalah sama dengan trait hanya perbedaan situasi yang dicocoki atau direspon yang terjelma dari kondisi itu.

kepribadian

Tipologi Kepribadian
Tipe Kepribadian
Kontruksi ideal si pengamat dan seseorang dapat disesuaikan dengan type itu tetapi dengan konsekuensi diabaikan sifat-sifat khas individualnya. Perkembangan kepribadian dimulai masa remaja dengan ciri-ciri aktualisasinya dengan kematangan individu itu sendiri dan motivasi memang sudah dibawa pada masa kanak-kanak semata-mata kepribadian itu belum dimiliki. Anak dilengkapi dengan dorongan nafsu-nafsu dan reflek-reflek. Dari lahir anak sudah memiliki potensi dan sifat. Pada tahun pertama akhir, anak telah menunjukkan sifat yang khas itu.
Pembentukan Kepribadian
Membentuk kepribadian menurut Sigmmund Freud dimulai dai Id, Ego, Super Ego, karena Id adalah sumber dari motif yang paling dalam, sedangkan motivasi merupakan motor berprilaku seseorang yang akan mencerminkan kepribadiannya. Menurut Murray Ego adalah kenamaan kebudayaan dan nilai kesatuan yang mengatur tingkah lalu/aktifitas dan akan menunjukkan kepribadian seseorang. Murray penganut pembentukan kepribadian itu berdasarkan analisa motif yang tentunya tidak bisa terlepas dari alam kebutuhan seseorang.
Perkembangan kepribadian
Anak 2-3 tahun belum begitu tertari pada nilai-nilai. Anak lahir memiliki dorongan- dorongan naluri dan reflek-reflek dan belum punya kepribadian. Usia 2,5 tahun belum mempunyai kepribadian, tetapi sudah terlihat perbedaan kualitas kepribadian meliputi; deferensiasi, integrasi, kematangan, imitasi, belajar dan pengembangan diri. Anak usia 5 tahun keatas mulai mempunyai kualitas kepribadian. Anak mulai mengenal nilai, berdasarkan faktor pertambahan usianya, berarti bertambah pula kematangannya, otomatis kepribadian semakin berkembang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap Kepribadian
Faktor sikap, bakat, kecakapan, minat dan perasaan (instrinsik faktor) sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Juga kebutuhan dan motivasi serta tujuan seseorang berperilaku sangat menentukan kepribadian seseorang. Demikian pula dengan persepsi seseorang. Faktor ekstrinsik atau faktor yang datangnya dari luar seperti; sosialisasi seseorang (hubungan inter atau antar personal). Faktor budaya, nilai, ideologi, politik, dan Hankam akan pula berpengaruh terhadap kepribadian. Karena kepribadian seseorang itu berkembang dan dinamis maka dapat berubah atas pengaruh faktor belajar, pengalaman, instrospeksi dan tingkat energi dalam tubuh ( faktor Biologis).
Aplikasi teori perkembangan kepribadian bagi perawat dan keperawatan



  • Perawat dapat mengembangkan kepribadiannya sesuai profil pribadi perawat tanpa harus melalui pendidikan formal.
  • Perawat dalam melaksanakan tugasnya dalam Asuhan Keperawatan sesuai dengan teori kepribadian, pembentukan kepribadian, perkembangan kepribadian, tipe dan jenis kepribadian.

Menurut Hartman (2004), setiap orang memiliki kepribadian dasar. Kepribadian seseorang telah terbentuk sejak nafas pertama ditiupkan di dalam kandungan. Kepribadian seseorang memang dapat berkembang tetapi tidak akan keluar dari sifat-sifat inti atau dasarnya. Kepribadian adalah inti pikiran dan perasaan di dalam diri seseorang yang memberitahu bagaimana ia membawa diri. Kepribadian merupakan daftar respon berdasarkan nilai-nilai dan kepercayaan yang dipegang kuat. Kepribadian akan mengarahkan reaksi emosional seseorang disamping rasional terhadap setiap pengalaman hidup. Dengan kata lain, kepribadian adalah proses aktif didalam setiap hati dan pikiran seseorang yang menentukan bagaimana ia merasa, berpikir dan berperilaku.
Taylor Hartman (2004) membagi tipe kepribadian menurut empat aspek dominan didalam alam; api, tanah, air dan udara. Atas dasar ini kemudian ia membedakan empat tipe kepribadian orang menurut kode warna, yaitu tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Kepribadian merah merepresentasikan sifat-sifat api memiliki semangat yang membara dalam kehidupan; kepribadian biru merepresentasikan sifat-sifat tanah kuat dan teguh dalam pendirian; kepribadian putih merepresentasikan sifat-sifat dasar air mengalir dan mengikuti arus; kepribadian kuning merepresentasikan sifat-sifat angin bertiup kesana kemari. Masing-masing tipe kepribadian memiliki keunikan sendiri yang merupakan gabungan antara kekuatan dan kelemahan.
Kepribadian memang bersifat unik, sehingga tidak ada satu orangpun yang sama persis dengan orang yang lain, meski terlahir kembar satu telur. Memang ada jutaan variasi kepribadian, namun menurut Hartman (2004) kepribadian setiap orang dapat digolongkan menurut motif dasar, kebutuhan dan keinginan yang cenderung stabil sepanjang hayat. Di pandang dari sudut perbedaan motif dasar, kebutuhan dan keinginan maka setiap orang dapat digolongkan kedalam tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Penggolongan berdasarkan warna ini dengan maksud agar lebih mudah untuk diingat.
Kepribadian merah menjalani hidup dengan penuh kekuatan. Merah sangat berkomitmen pada tujuan dan bertekad untuk menyelesaikan apapun yang disodorkan kehidupan di hadapannya. Kepribadian merah begitu penuh tekad dan produktif sehingga keintiman diabaikan atau disangkal sebagai bukan hal penting.

  • Kehidupan adalah rangkaian komitmen bagi biru. Berkomitmen pada hubungan mungkin merupakan kekuatan biru yang terbesar. Biru senang bersama orang lain dan dengan sukarela mengorbankan keuntungan pribadi demi memiliki hubungan yang akrab. Biru memberi diri dengan murah hati dalam hubungan bernilai. Karena kesediaan untuk komit dalam hubungan, biru menjalin persahabatan mendalam yang seringkali berlangsung seumur hidup. Biru sangat bisa diandalkan dan memandang janji verbal sama mengikatnya seperti kontrak tertulis manapun, bangga akan kemampuan mempertahankan hubungan jangka panjang. Sifat mengagumkan ini memberi kredibilitas konsep bahwa biru biasanya menikmati hubungan yang jauh lebih kaya daripada tipe kepribadian manapun. Biru sepenuhnya setia pada orang. Biru tetap setia dalam masa senang dan susah. Ketika orang menyadari dalamnya komitmen biru, mudah dipahami mengapa cuaca baik dan buruk tidak banyak berdampak pada kesetiaan biru.
  • Biru dan putih sama-sama mampu sangat komit pada satu sama lain. Biru dan putih menghargai rasa aman dan menemukan hubungan dalam komitmen sebagai cara paling alamiah untuk menikmati hidup. Biru cenderung merasakan komitmen emosional yang mendalam pada orang, sementara putih merasa mudah menerima dan mencintai orang-orang yang dijumpai. Putih toleran dan menerima orang lain. Putih komit tanpa banyak ribut dalam hubungan.
  • Tidak ada kepribadian lain yang mengejar kesenangan seperti kuning. Kuning seringkali hidup untuk bermain. Ketika kuning tertekan ditempat kerja atau dirumah, hobi yang membangkitkan energi atau liburan singkat menggantikan wajah lusuh dengan semangat kemudaan. Kuning tidak mengerti mengapa ada yang mau komit pada sesuatu yang tidak mengandung kesenangan didalamnya. Karena menyukai kesenangan dan tidak suka dikekang,┬ákuning jarang mau terikat dalam suatu pernikahan.[ps]

Tags:


makalah kepribadian, pengertian kepribadian, kepribadian, makalah kepribadian perawat, pengertian kepribadian anak, kepribadian seorang perawat, kepribadian perawat, pengertian motif dan kepribadian, pengertian kualitas kepribadian, pengertian kepribadian rasional

Artikel Terkait Dengan: "Pengertian Kepribadian"

Response on "Pengertian Kepribadian"