Pengertian Ilmu Ekonomi | Pustaka Sekolah

Home > Pendidikan > Pengertian Ilmu Ekonomi

Pengertian Ilmu Ekonomi

June 2nd, 2012 2 Comments

Sahabat pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Definisi atau pengertian Ilmu Ekonomi.  Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas liputannya. Definisi ilmu ekonomi setiap ekonom pada dasarnya sama yaitu meliputi scarcity (kelangkaan), kemakmuran dan kepuasan.

Perkembangan ilmu ekonomi sudah dimulai oleh Aristoteles dan baru menjadi disiplin ilmu tersendiri sejak tahun 1776  dengan pelopor Adam Smith. Sedang ilmu ekonomi mikro yang kita kenal sekarang dirintis pengembangannya oleh Alfred Marshal dalam tahun 1870-an dengan bukunya : “Principle of Economics“.

Dari definisi di atas dapat dikutip kesimpulan :

  • Pertama, Sumber pemuas manusia itu terbatas adanya, sebab kebutuhan itu sendiri relatif jumlahnya. Tidak ada manusia yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
  • Kedua, bagaimana cara yang terbaik untuk menetapkan pikiran diantara berbagai alternatif yang ada dengan mengamati aktivitas dan interaksi di antara “Economic Agents “ ( yaitu konsumen, produser, dan pemerintah ).

Masalah Pokok Perekonomian

Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau kekurangan sebagai akibat dari ketidak seimbangnya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas. Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan. Sehingga masalah ekonomi dapat dibagi tiga persoalan pokok, yaitu :

  • Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi.
  • Menentukan cara barang diproduksi.
  • Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi.

Kebutuhan masyarakat

Apabila kita amati kegiatan di pagi hari, kita melihat hampir seluruh warga masyarakat berangkat menuju tempat kerja untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Pegawai menuju ke kantor, pedagang ke pasar, ke toko atau siap menjajakan dagangannya, petani membajak sawah, dan banyak lagi kegiatan masyarakat lain. Mereka sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk hidup pantas, memang banyak sekali yang kita butuhkan. Tentunya tidak hanya makanan, pakaian, tempat tinggal, masih banyak lagi yang lain, misalnya: buku, obat-obatan, alat transportasi, TV dan lain-lain.

Kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Dimana keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan 2 bentuk, yaitu :

  1. Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli (permintaan efektif).
  2. Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli

Jenis-jenis Kebutuhan

Kebutuhan manusia banyak dan beraneka ragam, bahkan tidak hanya beraneka ragam tetapi bertambah terus tidak ada habisnya sejalan dengan perkembangan peradaban dan kemajuan ilmu dan teknologi. Satu kebutuhan telah Anda penuhi, tentu akan datang lagi kebutuhan yang lainnya. Namun demikian, kita dapat menggolongkan kebutuhan-kebutuhan sebagaimana bagan berikut ini:

Kebutuhan menurut intensitasnya

Kebutuhan ini dipandang dari urgensinya, atau mendesak tidaknya suatu kebutuhan. Kebutuhan ini dikelompokkan menjadi tiga: kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier.

  • Kebutuhan Primer : kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi agar kita tetap hidup, seperti kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb.
  • Kebutuhan Sekunder : kebutuhan ini disebut juga kebutuhan kultural, kebutuhan ini timbul bersamaan meningkatnya peradaban manusia seperti: pendidikan, tamasya, olah raga, dll.
  • Kebutuhan Tertier : kebutuhan ini ditujukan untuk kesenangan manusia, seperti kebutuhan akan perhiasan, mobil mewah, rumah mewah, dsb.

Dewasa ini banyak barang yang semula dipandang mewah, sekarang telah digolongkan menjadi kebutuhan sekunder, seperti: pesawat TV, telepon, dan komputer. Demikian juga untuk pendidikan dan kesehatan telah digolongkan menjadi kebutuhan primer, mengingat kebutuhan ini sangat mendesak dan penting bagi kehidupan manusia.

Kebutuhan menurut sifatnya

Kebutuhan ini dibedakan menurut dampak atau pengaruhnya terhadap jasmani dan rohani.

  • Kebutuhan jasmani, contohnya: makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb.
  • Kebutuhan rohani, contohnya: musik, menonton bola, ibadah, dsb.

Kebutuhan menurut waktu

Kebutuhan ini dibedakan menurut waktu sekarang dan waktu masa yang akan datang. Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga, seperti: makan di saat lapar, atau obat-obatan pada saat sakit. Kebutuhan masa depan, yaitu pemenuhan kebutuhan yang dapat ditunda untuk waktu yang akan datang, misalnya: tabungan hari tua, asuransi kesehatan,dll.

Kebutuhan menurut wujud

Kebutuhan ini meliputi kebutuhan material, yaitu kebutuhan berupa barang-barang yang dapat diraba dan dilihat. Misalnya: buku, sepeda, radio, dsb.

Kebutuhan menurut subyek

Kebutuhan ini dibedakan menurut pihak-pihak yang membutuhkan. Kebutuhan ini meliputi :

  • Kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang dapat dilihat dari segi orang yang membutuhkan, misalnya: kebutuhan petani berbeda dengan kebutuhan seorang guru.
  • Kebutuhan masyarakat, disebut juga kebutuhan kolektif atau kebutuhan bersama, yaitu alat pemuas kebutuhan yang digunakan bersama, misalnya: telepon umum, jalan umum, WC umum, rasa aman, dsb.

Demikianlah artikel Pustaka Sekolah mengenai pengertian Pengertian Ilmu Ekonomi, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang memebrikan manfaat bagi kita semua.[ps]

Tags:


pengertian scarcity, pengertian ilmu ekonomi, definisi ilmu ekonomi, pengertian scarcity dalam ekonomi, pengertian keinginan, scarcity dalam ilmu ekonomi, pelopor ekonomi mikro, pengertian scarcity dalam ilmu ekonomi, Arti scarcity, pelopor ekonomi mikro adalah
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

2 Komentar Pada “Pengertian Ilmu Ekonomi”

  1. apa pengaruh faktor ekonomi terhadap kejadian pasien pulang paksa.

 

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis