Klasifikasi Belalang

Klasifikasi Belalang Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Klasifikasi Belalang. Serangga merupakan hewan yang mempunyai bentuk sangat beragam dan hampir bisa ditemui dalam segala kondisi lingkungan yang ada. Lebih dari 1 juta spesies telah dideskripsikan, jumlah yang melebihi dari separuh makhluk hidup yang telah dikenal di dunia sekarang ini. Untuk memudahkan mengenali dan mempelajarinya, para ahli biologi telah mengklasifikasikan atau mengelompokan serangga ini ke dalam beberapa ordo (bangsa). Namun karena adanya penemuan-penemuan baru, pada akhirnya klasifikasi serangga pun mengalami perubahan-perubahan. Sayangnya para ahli sepertinya belum sepakat untuk menetapkan satu klasifikasi yang bisa dipakai secara umum saat ini, sehingga sekarang ini ada beberapa sistem klasifikasi yang mempunyai beberapa perbedaan satu sama lain di dalamnya.

belalang

Dari beberapa klasifikasi yang ada di beberapa situs, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti klasifikasi yang terdapat pada situs Systema Naturae 2000. Ini dikarenakan klasifikasi yang diberikan mempunyai hubungan yang jelas antar tingkatan atau taksonnya sehingga memudahkanku, sebagai orang awam, untuk memahaminya.

Secara umum, urutan klasifikasi makhluk hidup yang digunakan sekarang ini adalah sebagai berikut, dimulai dari tingkat tertinggi ke terendah yaitu Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Berikut adalah klasifikasi ilmiah Belalang:

  • Domain: Eukaryota – organisme dengan sel kompleks
  • Kingdom: Animalia – hewan
  • Subkingdom: Bilateria – mempunyai simetri bilateral
  • Branch: Protostomia
  • Infrakingdom: Ecdysozoa – berganti kulit
  • Superphylum: Panarthropoda
  • Phylum: Arthropoda – hewan berbuku-buku
  • Subphylum: Mandibulata – mempunyai mandibula
  • Infraphylum: Atelocerata – bernafas dengan trakea
  • Superclass: Panhexapoda
  • Epiclass: Hexapoda – berkaki 6
  • Class: Insecta – serangga
  • Subclass: Dicondylia – ada 2 titik artikulasi pada rahang
  • Infraclass: Pterygota – serangga bersayap
  • Division: Neoptera – dapat melipat sayapnya ke perut
  • Superorder: Orthopterida
  • Order: Orthoptera – bangsa belalang dan jangkrik
  • Suborder: Caelifera – bangsa belalang
  • Infraorder: Acrididea
  • Infraorder: Tridactylidea
  • Infraclass: Pterygota

Division: Neoptera Martynov, 1923 – serangga bersayap yang dapat melipat sayap ke bagian perut. Kemampuan ini telah hilang pada beberapa kelompok kecil, seperti pada beberapa jenis kupu-kupu dan ngengat. Superorder: Orthopterida – kelompok serangga yang terdiri dari ordo Orthoptera (belalang, jangkrik, katidid) dan Phasmatodea (serangga kayu, serangga daun); dan 2 ordo serangga yang telah punah (Titanoptera dan Caloneurodea).



Order: Orthoptera Latreille, 1793 – kelompok serangga yang meliputi bangsa belalang (grasshoppers, locusts) dan bangsa jangkrik (crickets, bush crickets atau katydids dan weta). Banyak serangga yang menjadi anggotanya dapat menghasilkan suara (dikenal sebagai stridulasi) dengan cara menggesekan sayap-sayap atau kaki-kaki mereka. Pada bangsa jangkrik, telinga (tympanum) terletak pada kaki (tibia) depan, sementara pada bangsa belalang, telinganya terletak pada segmen pertama perut. Serangga-serangga ini menggunakan getaran untuk mencari keberadaan serangga yang lain. Orthopteran biasanya memiliki tubuh silinder dengan kaki belakang (hind legs) yang memanjang yang digunakan untuk melompat. Mereka mempunyai rahang (mandibula) dan mata kompon yang besar, dan pada beberapa spesies terdapat juga mata oseli (ocelli) atau mata tunggal yang berfungsi untuk mendeteksi intensitas cahaya. Antenanya mempunyai banyak sendi dengan panjang yang bervariasi.  Segmen pertama dan ketiga dari bagian dada (thorax) membesar, sementara segmen kedua jauh lebih pendek. Sayapnya terdiri dari 2 pasang yang panjangnya melebihi perut ketika dilipat ke perut saat istirahat. Sayap depan (forewings atau tegmina) lebih sempit dibandingkan sayap belakang (hindwings) dan mengeras pada pangkalnya. Sayap belakangnya merupakan membran yang memiliki vena atau pertulangan sayap yang lurus dan memiliki banyak vena yang bersilangan. Saat istirahat, sayap belakangnya terlipat seperti kipas dan berada di bawah sayap depan. 2-3 dari segmen terakhir pada bagian perut memendek dan memiliki 1 segmen cerci. Cerci merupakan sepasang organ tubuh serangga yang terletak pada segmen paling belakang yang secara umum dapat berfungsi sebagai organ sensor, senjata, alat bantu dalam proses perkawinan atau bisa juga merupakan suatu bagian yang telah kehilangang fungsinya (vestigial structures).

Orthopteran merupakan serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabolism atau hemimetaboly) dimana siklus hidupnya meliputi tahapan : telur, nimfa dan imago (serangga dewasa). Nimfanya mengalami perubahan secara bertahap dan menjadi imago tanpa adanya tahapan pupa (kepompong). Nimfanya seringkali menyerupai serangga dewasa, baik itu dari segi kebiasaan ataupun makanan, tetapi tanpa sayap dan organ reproduksi yang berfungsi.

Suborder: Caelifera Ander, 1939 – bangsa belalang (grasshoppers, locusts), kadang disebut juga dengan nama belalang berantena pendek (short-horned grasshoppers) untuk membedakannya dengan jangkrik semak (bush crickets atau katydids) dari subordo Ensifera yang disebut juga dengan nama belalang berantena panjang (long-horned grasshoppers) dimana panjang antenanya dapat melebihi tubuh mereka. Spesies belalang yang dapat mengalami perubahan warna dan kebiasaan pada saat tingkat populasinya tinggi disebut dengan nama locusts. Belalang biasanya mempunyai antena yang lebih pendek dari tubuhnya dan mempunyai ovipositor yang pendek yang digunakan untuk bertelur. Belalang mempunyai rahang bawah (mandible) yang digunakan untuk memotong dan merobek makanannya yang biasanya berupa tanaman. Beberapa jenis belalang dapat menghasilkan suara dengan cara menggesek-gesekan kaki belakang mereka yang panjang dan kuat yang digunakan untuk melompat (hind femurs) ke sayap depan atau perut mereka, atau dengan mengepakan sayapnya saat terbang. Bangsa belalang hampir serupa dengan bangsa jangkrik namun dapat dibedakan antara lain berdasarkan dari jumlah segmen pada antena, struktur ovipositor, lokasi dari telinga dan juga pada suara yang dihasilkannya. Bangsa jangkrik setidaknya mempunyai 20-24 segmen pada antenanya, sementara bangsa belalang mempunyai segmen yang lebih sedikit.

Suborder Caelifera terdiri dari 2 infraorder, yaitu:

  • Infraorder: Acrididea MacLeay, 1821
  • Infraorder: Tridactylidea Brulle 1835.[ps]

Click Me!

Tags:


bagian tubuh belalang, jumlah kaki belalang, klasifikasi belalang, bentuk tubuh belalang, jumlah sayap belalang, struktur tubuh belalang, klasifikasi serangga, bagian tubuh sayap dan jumlah kaki belalang, bagian tubuh belalang dan fungsinya, bagian bagian belalang

Artikel Terkait Dengan: "Klasifikasi Belalang"

Response on "Klasifikasi Belalang"