Herodotus Bapak Sejarah Dunia | Pustaka Sekolah

Home > Pendidikan > Herodotus Bapak Sejarah Dunia

Herodotus Bapak Sejarah Dunia

May 7th, 2012 4 Comments

Herodotus Bapak Sejarah Dunia – Sahabat Pustakers, pada kesempatan kal ini Pustaka Sekolah akan share mengenai Herodotus Bapak Sejarah Dunia. Herodotus berasal dari Yunani di Asia Kecil, dan dilahirkan sekitar tahun 485 SM di Halicarnassus, yang ketika itu termasuk wilayah kerajaan Persia, akan tetapi mempunyai penguasanya sendiri.

Dalam umurnya yang ke 16 Herodotus telah ambil bagian dalam pemberontakan melawan penguasa Lygdamis, yang berakibat ia dibuang (asingkan). Sesudah itu ia tinggal beberapa saat di Athena, dimana ia berhubungan dengan Pericles dan Sophocles. Dengan demikian Herodotus hidup pada jaman keemasan kebudayaan Yunani khsusunya Athena,  yaitu jaman Pentekontaetie atau 50 tahun (479 SM – 431 SM), yaitu suatu periode atau masa damai  antara perang-perang Persia dan Perang Peloposesia.

herodotus bapak sejarah dunia

Masa itu adalah masa puncak perkembangan Yunani, yang akhirnya juga  dikenal sebagai kebudayaan klasik, dan berkembang ke seluruh Eropa, Amerika dan dunia setelah melalui jaman renaissance. Dengan demikian dalam usaha mempelajari sejarah kebudayaan Barat seperti kesusasteraan, hukum, filsafat, tata negara, politik, ekonomi, sosial dan sebagainya semuanya bisa dikembalikan atau dilacak dari kebudayaan Yunani dan Romawi. Hal yang sama juga berlaku pula untuk historiografi.

Pada mulanya kebudayaan Yunani itu berasal dari suatu kebudayaan yang telah berkembang di Ionia (Turki) yang kemudian semakin tumbuh dan berkembang di peloponesos-peloponesos (polis-polis) Yunani dan akhirnya ke Sicilia (Italia). Penyebaran itu sejalan atau berkaitan erat dengan perkembangan dan aktifitas perdagangan di lautan Tengah dan Timur, yang merupakan pertemuan pedagang-pedagang jaman kuno dari bangsa-bangsa Mesir, Persi dan sebagainya. Juga sejalan dengan terpeliharanya stabilitas politik maka muncullah pelayaran dan perdagangan yang menandai fase kedua dari perkembangan kebudayaan yang melintasi “lautan dalam”.  Kebudayaan Lautan Dalam itu juga disebut dengan istilah  kebudayaan Tlalassis, dimana hubungan kebudayaan menyeberangi lautan telah menggunakan alat komunikasi/ transportasi pelayaran dan perdagangan yang cukup maju menurut ukuran waktu itu

Perkembangan kebudayaan yang didukung oleh kemajuan pelayaran dan perdagangan di Yunani memunculkan polis (kota) Athena sebagai pusat perdagangan dan pelayaran di wilayah Laut Tengah. Di kota itulah bertemu dan saling bergaul/ berkomunikasi dan bahkan saling mempengaruhi para pedagang dari berbagai bangsa yang tidak mengenal diskriminasi kulit. Disamping itu pada dasarnya para pedagang memang orang-orang yang terbiasa hidup bebas dalam berpikir, bergaul dan mengeluarkan pendapat dalam berbisnis. Suasana kebebasan yang menjadi kebiasaan hidup itulah yang kemudian menjadi pendukung atau factor utama  perkembangan ilmu pengetahuan/ filsafat berdasarkan rasio. Sedangkan syarat mutlak agar rasio (pikiran) itu berkembang adalah adanya iklim atau kesempatan, keleluasaan dan kebebasan, dimana suasana seperrti itu memang terdapat di Athena.

Berbeda dengan Athena, di Yunani terdapat polis Sparta yang Agraris, dimana mata pencaharian penduduknya terutama dari pertanian dan peternakan (agraria). Ciri masyarakat agraris ini adalah tertutup dan feudal, dengan hierarki masyarakatnya yang mapan dari atas ke bawah, sedangkan organisasi masyarakat yang ketat dipimpin dengan disiplin militer. Oleh karenanya budaya masyarakatnya yang berkembang adalah bidang jasmani dan berperang. Pada tahun 444 SM Herodotus terlibat dalam pendirian  koloni Thurii di Itali Selatan, dimana ia tinggal beberapa tahun sebagai tanah airnya kedua. Sesudah itu nampaknya ia kembali ke Athena dan meninggal kira-kira pada tahun 424 SM. Herodotus banyak melakukan perjalanan petualangan antara lain di sepanjang pantai Asia Kecil, tanah Yunani, Laut Hitam, Babylonia, Lembah Nil, Sicilia dan Italia Selatan. Dalam perjalanan ini ia banyak mengumpukan berbagai catatan atas negeri-negeri yang dikunjungi, yang barangkali sebagian dikumpulkan dalam catatan dan sebagian hanya dalam ingatan.  Semua catatanya itu merupakan bahan sumber  bagi karyanya yang besar yaitu historiai. Berbeda dengan para pendahulu dan teman-teman sejamannya, yaitu yang terkenal dengan sebutan para logograf, yang banyak menulis cerita-cerita mitos dan kepahlawanan, Herodotus lebih tertarik pada sejarah manusia. Namun demikian ia tidak menulis sejarah dari jamannya (masa Pantekontaetie 479 431 SM), akan tetapi periode tidak lama sebelum perang-perang Persia – Yunani yang telah berakhir ketika ia masih dalam usia anak-anak.

Dalam kalimat pertama Historiae ia menuliskan tema dan rencana dari karyanya yaitu sebagai berikut:  berikut ini adalah penjelasan dari penelitian (apodixis histories) Herodotus dari Thurii:  agar segala tindakan yang dilakukan manusia tidak terlupakan oleh waktu yang terus berjalan, dan perbuatan-perbuatan penting dan menakjupkan yang dilakukan oleh  orang-orang Yunani di satu pihak,  dan oleh orang-orang bar-bar di pihak lain tidak tersembunyikan/ terlupakan, disamping itu untuk menjelaskan mengapa mereka saling bertempur”. Pernyataan itu ditujukan pada peristiwa sekitar abad 6, yaitu ketika terjadi konflik/ perang antara raja Lydia di Yunani yang bernama Croesus dengan raja Persia Cyrus Agung. Perang itu digambarkan sebagai perang antara Timur (Persia)  dengan Barat yaitu Yunani (Eropa).

Namun demikian perang yang sesungguhnya antara Persia dengan Yunani baru banyak diuraikan dalam 4 buku terakhir dari 9 bukunya, yang dimulai dari  ekspedisi besar Persia melawan orang-orang Yunani dibawah Darius dan Xerxes, dan yang berakhir dengan  kemenangan-kemenangan Yunani di Plataeae dan Mycale pada tahun 479 SM. Oleh para sejarawan Barat karya Herodotus itu juga diberi judul sebagai Perang Persia (Persian War). Dalam 5 buku yang pertama pada garis besarnya berisi uraian mengenai perang melawan Yunani yang berakhir dengan kematian raja Persia Cyrus Agung tahun 529 SM (buku pertama). Ia digantikan oleh puteranya Cambyses, yang melakukan ekspedisi perang melawan Mesir (buku ke 2). Buku yang ketiga melukiskan mengenai sejarah dan kebudayaan/ tradisi Mesir. Ekspasi Persia dibawah Cambyses dan penggantinya yaitu Darius Agung ke Skytika (Scythen). Sedangkan dalam bukunya kelima berisi uraian munculnya polis Peris di Balkan, yang diteruskan dengan sejarah Sparta dan Athena.

Dalam historiografi Barat Herodotus diakui sebagai Bapak Sejarah atau Historiografi karena hasil karyanya terkenal itu yaitu Historiae yang mengkisahkan mengenai Perang Parsi (Persian War).  Dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya  oleh para logograaf yang biasanya berupa mitos, epos atau dongeng-dongeng yang biasanya masih dihubungkan dengan dongeng-dongeng, maka apa yang dilakukan Herodotus dalam karyanya bisa dianggap sebagai awal atau perintisan penulisan sejarah ilmiah. Hal itu terutama dapat diketahui dari cara atau tehnik dalam mengumpulkan sumber-sumbar bahan penulisannya yang diperoleh melalui wawancara (interview) terhadap orang yang mengalami atau terlibat dalam perang Persia. Dengan demikian ia berdasarkan wawancara  itu ia telah berusaha untuk memperoleh pengertian atau pemahaman-pemahaman dari suatu peristiwa berdasarkan fakta-fakta. Itulah ciri utama karya Herodotus dalam lapangan hsistoriografi, yaitu telah menerapkan metode pengumpulan data melalui wawancara (walaupun demikian ada yang menyatakan bawa ia sesungguhnya belum terlepas sepenuhnya dari tradisi penulisan sebelumnya yang lebih menonjolkan kisah kepahlawanan (dalam perang Parsi). Oleh karena itulah sampai pada jamannya Herodotus orang masih sulit untuk memisahkan antara jenis karya sastra dan karya sejarah.  Yang dimaksud disini adalah bahwa suatu karya sejarah masih biasa ditulis dalam bentuk ceritera yang sangat menarik seperti halnya karya sastra, juga masih ada cirri logograafnya, akan tetapi karya seperti itu isinya banyak mengenai sejarah. Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa Herodotus merupakan tokoh transisi dalam lapangan sejarah, karena isi karangannya masih bercampur dengan epos dan bentuk karangannya masih mempunyai ciri logografi  juga merupakan karya sejarah yang membicarakan sejarah manusia.

Karya Herodotus itu juga mempunyai ciri yang komprehensive atau sejarah kebudayaan (antropologi kebudayaan), karena dalam buku tersebut ia juga menguraikan mengenai kehidupan masyarakat Yunani, Mesir, Peris dan lain-lain seperti dalam bidang perdagangan, pertukangan, pertanian, tradisi, adat kebiasaan dan lain sebagainya, yang meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itulah ia tidak hanya dianggap sebagai Bapak Sejarah, akan tetapi juga sebagai Bapak Antropologi (kebudayaan). Karya Herodotus mengenai Perang Parsi juga dianggap sebagai hasil studi Etnografis, karena di dalamnya juga diuraikan mengenai golongan dari etnis-etnis lain yang tinggal di sekitar Yunani. Oleh karena perhatiannya pada etnografi dan antropologi, karya  Herodutus  juga diberi istilah sebagai Nouvele historie.

Demikianlah Artikel Pustaka Sekolah mengenai Herodotus bapak sejarah dunia, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]

Tags:


bapak sejarah dunia, bapak sejarah, pengertian sejarah menurut herodotus, karya herodotus, herodotus, herodotus bapak sejarah, pengertian herodotus, sejarah herodotus, pemikiran herodotus, buku herodotus
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

4 Komentar Pada “Herodotus Bapak Sejarah Dunia”

  1. bapak sjrsh dunia…

  2. Nur Ainaa says:

    Herodotus Bapak Sejarah Dunia

  3. Nur Ainaa says:

    Namun demikian perang yang sesungguhnya antara Persia dengan Yunani baru banyak diuraikan dalam 4 buku terakhir dari 9 bukunya, yang dimulai dari ekspedisi besar Persia melawan orang-orang Yunani dibawah Darius dan Xerxes,

    Read more: http://www.pustakasekolah.com/herodotus-bapak-sejarah-dunia.html#ixzz2qwhYK1eX

  4. bagaimana pendapat herodotos mengenai sejarah.

 

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis