Benzena | Pustaka Sekolah

Home > Eksakta > Benzena

Benzena

January 19th, 2013 4 Comments

Benzena Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah akan berbagi artikel mengenai Benzena. Benzena banyak digunakan sebagai pelarut nonpolar, misalnya dalam pembersih cat dan pembersih karburator. Benzena juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan senyawa turunan benzene, bahan pembuatan plastic, bahan peledak, tinta, zat pewarna, karet sintetik, nilon, dan detergen. Selain memiliki kegunaan, benzene juga mempunyai dampak negative terhadap kesehatan. Dampak yang timbul bervariasi, tergantung pada beberapa faktor.

Benzena, dikenal dengan rumus kimia C6H6, PhH, dan benzol, adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6 atom karbon yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada setiap 1 atom karbon. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap. Benzena adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, dan merupakan salah satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam dunia industri. Karena memiliki bilangan oktan yang tinggi, maka benzena juga salah satu campuran penting pada bensin. Benzena juga bahan dasar dalam produksi obat-obatan, plastik, bensin, karet buatan, dan pewarna. Selain itu, benzena adalah kandungan alami dalam minyak bumi, namun biasanya diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak bumi. Karena bersifat karsinogenik, maka pemakaiannya selain bidang non-industri menjadi sangat terbatas.

gambar benzena

Fenol

Dalam kehidupan sehari hari, fenol digunakan untuk membuat karbol, suatu disinfektan untuk kamar mandi dan lantai. Dalam bentuk resin, fenol digunakan untuk mengawetkan kayu, membuat konstruksi bangunan dan juga digunakan dalam industry sepeda motor, adapun dampak negatifnya, fenol dapat merusak jaringan protein pada tubuh.

Asam benzoat, Nipagin, dan Nipasol

Asam benzoate digunakan untuk pengawet makanan dan minuman. Asam benzoat sulit larut dalam air, olehnya itu, senyawa ini sering digunakan dalam bentuk garamnya. Garam natrium benzoat (C6H5COONa) mudah larut dalam air. Bahan ini digunaan untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Zat ini secara alami terdapat dalam cengkeh dan kayu manis. Selain asam benzoate, nipagin atau nipasol juga digunakan sebagai zat pengawet. Asam benzoat tidak boleh digunakan secara berlebihan. Penggunaan asam benzoate dalam jumlah besar akan menyebabkan hiperaktif pada anak dan pada beberapa orang dapat menimbulkan alergi.

Asam Salisilat

Asam salisilat ditambahkan kedalam bedak dan salep sebagai zat antifungi (anti jamur). Zat ini juga digunakan sebagai obat untuk penyakit kulit. Selain itu, asam salisilat juga ditambahkan dalam sampo karena mengikis lapisan ketombe dan secara aktif menghambat pertumbuhan mikroorganisme di kepala. Penggunaan asam salisilat sebagai bahan pengawet dapat menimbulkan iritasi dan sakit lambung.

senyawa benzena

Asetosal

Asetosal atau dikenal juga dengan nama aspirin, digunakan sebagai zat analgesic dan zat antipiretik. Olehnya itu aspirin digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, dan demam.  Dampak negative aspirin adalah dapat menyebabkan penyakit maag, gangguan ginjal, alergi dan asma.

Parasetamol

Parasetamol dikenal juga dengan nama asetaminofen. Obat ini memiliki khasiat yang sama seperti aspirin, tetapi lebih aman bagi lambung. Hampir semua obat sakit kepala atau demam yang beredar di pasaran menggunakan zat aktif parasetamol ini. Penggunaan parasetamol yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada ginjal dan hati.

BHT dan BHA

BHT dan BHA digunakan sebagai zat antioksidan untuk mencegah bauh tengik pada minak goring dan mentega. Penggunaan BHT dan BHA yang berlebihan pada makanan dapat menimbulkan reaksi alergi.

Benzil Alkohol

Benzyl alkhol digunakan sebagai zat antiseptic dalam obat kumur untuk mengurangi bau mulut. Selain itu, benzyl alkohol juga digunakan sebagai bahan pelarut, gelatin, kasein, selulosa, asetat, dan cat. Serta merupakan bahan untuk mrmbuat benzaldehid dan difenilmetana.

Zat warna Azo

Zat ini merupakan turunan benzena yang merupakan pewarna sintetik yang dikelompokkan menjadi 2 jenis yakni pewarna makanan dan pewarna tekstil.

TNT (2,46-trinitrotoluena)

TNT merupakan senyawa turunan benzena yang banyak digunakan sebagai bahan dasar peledak. Senyawa ini diperoleh dengan mereaksikan toluene dengan asam nitrat (HNO3), pekat dan asam sulfat (H2SO4) pekat. Pengugnaan TNT secara tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan tragedy kemanusiaan dan korban jiwa yang besar. Bahan peledak ini hanya dapat digunakan dalam bidang militer, pertambangan dan kepentingan ilmu pengetahuan.

Anilin

Senyawa aniline digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan turunan benzena lainnya. Hal ini disebabkan gugus -NH2 pada aniline bersifat reaktif sehingga mempermudah terjadinya subtitusi. Anilin merupakan bahan baku pembuatan obat-obatan golongan sulfa, seperti sulfanilamid dan sulfamerazin. Aniline dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, muntah dan gejala insomnia.

Demikianlah artikel mengenai Benzena dan turunannya, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]

Tags:


kegunaan anilin, Senyawa yang digunakan untuk pengawet makanan dan desinfektan, Senyawa yang sering dimanfaatkan untuk bahan bangunan, kegunaan NH2, kegunaan anilina, senyawa pengawet makanan, senyawa yang digunakan untuk pengawet makanan, senyawa yang memiliki kegunaan sebagai pengawet makanan, senyawa yang digunakan sebagai desinfektan dan pengawet makanan, senyawa yang bermanfaat sebagai bahan peledak dan pengawet makanan
Bagikan Tulisan Ini Melalui Tombol di bawah ini:

Ayo Berkomentar

Rumah Minimalis